"Ya kan setiap pasangan punya surveyor sendiri ya. Ya biar dari mana pun, kita juga punya dari LSI dari yang lain. Kita, hasil survei di kita malah naik terus," kata Ketua Timses WH-Andika, Ebi Jauhari, kepada wartawan, Jumat (10/2/2017).
Namun Ebi tak mau menunjukkan hasil survei yang disebutnya memuat hasil kenaikan elektabilitas WH-Andika. Sebab, survei itu hanya untuk internal tim pemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga menghadiri undangan-undangan. Karena ada beberapa tokoh kita yang mengadakan pengajian doa zikir, ini juga atas inisiatif mereka kita akan datang. Kita menyatukan perangkat itu," ujar Ebi.
Ebi optimistis jagoannya bisa merebut kursi Banten-1 dan Banten-2. Usaha sudah dilakukan, doa juga terus dipanjatkan. Tim WH-Andika kini menunggu hasil pemilihan.
"Optimis, jadi kita optimis itu dasarnya ada tiga, ikhtiar kita sudah, doa kita terus, tinggal tawakal aja. Sebab, ketetapan ikhtiar ini dari Allah juga kan," tutur Ebi.
Survei Indo Barometer digelar di 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten. Waktu pengumpulan data adalah 24-28 Januari 2017. Jumlah sampel survei ini 800 responden, dengan rincian 10% sampel dari Pandeglang, 11,3% Lebak, 27,5% Tangerang, 12,5% Serang, 17,5% Kota Tangerang, 3,8% Kota Cilegon, 5% Kota Serang, dan 12,5% Kota Tangerang Selatan.
Margin of error survei ini plus-minus 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Sampel adalah warga Banten yang sudah memiliki hak pilih. Teknik pengumpulan data adalah wawancara tatap muka dengan kuesioner.
Hasilnya, elektabilitas pasangan nomor urut 1 Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy tertinggal dari pasangan nomor urut 2 Rano Karno-Embay Mulya. WH-Andika memiliki elektabilitas 35 persen, sedangkan Rano-Embay 42,5 persen. Ada 7,8 persen responden yang merahasiakan jawabannya, 11,6 persen mengaku belum memutuskan, dan 3,1 persen menjawab tidak tahu. (azf/tor)











































