JK Sebut 36 KTP Palsu yang Ditemukan Diduga untuk Penipuan

JK Sebut 36 KTP Palsu yang Ditemukan Diduga untuk Penipuan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 14:45 WIB
JK Sebut 36 KTP Palsu yang Ditemukan Diduga untuk Penipuan
Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengamankan paket berisi 36 KTP palsu yang dikirim dari Kamboja. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut KTP palsu itu ada kemungkinan akan digunakan untuk penipuan.

"Soal KTP, atau ID card di bandara dari Kamboja, tentu apa pun yang ilegal pasti salah. Kalau (dimaksudkan) untuk Pilkada harusnya besar-besaran," kata di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).

Baca juga: Total Ada 36 Lembar KTP Palsu yang Dikirim dari Kamboja

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mengatakan 36 KTP palsu yang ditemukan pihak berwenang tidak berpengaruh jika dikaitkan dengan Pilkada.

"Kemungkinan lainnya untuk buka rekening dengan KTP palsu itu kemudian untuk tabungan rekening itu bisa terjadi. Itu ada juga yang ATM-ATM itu bisa menipu. Kalau hanya jumlah puluhan, itu efeknya tidak besar, ada juga efeknya tapi, menurut saya, itu untuk penipuan," terangnya.

Paket KTP palsu ditemukan Bea dan Cukai di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Februari 2017. Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan paket KTP palsu itu dikirim melalui jasa ekspedisi. Selain KTP, petugas menemukan kartu NPWP, buku tabungan, dan kartu ATM pada paket tersebut.

Petugas menemukan dokumen palsu tersebut setelah memeriksa fisik barang dengan menggunakan X-ray. Pemeriksaan tersebut didampingi petugas dari pihak ekspedisi.

"Berdasarkan laporan dari lapangan, pada hari Jumat, tanggal 3 Februari 2017, didapati pengiriman barang melalui FedEx berupa 36 lembar KTP, 32 lembar kartu NPWP, 1 buku tabungan, dan 1 buah kartu ATM," ujar Heru Pambudi.

Temuan pengiriman KTP palsu tersebut saat ini masih didalami oleh pihak Bea-Cukai, aparat polisi, serta Kementerian Dalam Negeri/Dukcapil. Belum diketahui motif pelaku terkait dengan KTP tersebut. (fiq/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads