SBY: Jika Bangsa Indonesia Sayang NKRI, Tak Perlu Ada Permusuhan

SBY: Jika Bangsa Indonesia Sayang NKRI, Tak Perlu Ada Permusuhan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 14:51 WIB
SBY: Jika Bangsa Indonesia Sayang NKRI, Tak Perlu Ada Permusuhan
SBY (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Presiden RI ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara soal NKRI. Menurut SBY, jika bangsa Indonesia mencintai NKRI, tak perlu ada permusuhan antarsesama anak bangsa.

"Kita semua berbahagia karena, kalau bangsa Indonesia semua sayang sama NKRI, sayang sama Pancasila, dan kebinekaan, maka tidak perlu ada jarak atau permusuhan di antara kita semua. Karena kita bangsa yang satu dan insya Allah bisa secara bersama-sama," ungkap SBY seusai salat Jumat di Masjid Jamie Al Riyadh, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).

SBY kemudian berbicara soal pertemuan Menko Polhukan Wiranto dengan imam besar FPI Rizieq Syihab. Menurut SBY, pertemuan itu merupakan pertanda baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga tanda-tanda yang baik, sekali lagi bersamaan negara, pemerintah, dengan umat Islam dan kebersamaan-kebersamaan umat Islam sebetulnya dengan umat agama yang lain. Karena kita satu sama lain harus saling menyayangi, menjaga persaudaraan di antara kita," puji SBY.

"Ucapan terima kasih dan rasa syukur saya sekali lagi kepada Pak Wiranto, yang telah memberikan contoh. Kemudian pada Habib Rizieq, Ustaz Bachtiar Nasir, dan semuanya," sambungnya.

SBY lalu berbicara tentang pernyataan Rizieq soal Rizieq yang disebut sangat menjunjung tinggi NKRI. SBY berkata pernyataan tersebut penting untuk diucapkan agar masyarakat mendengar langsung dan sekaligus menepis anggapan bahwa penyelenggara aksi damai adalah pihak yang anti-NKRI.

"Saya juga mendengarkan statement yang gamblang dari Habib Rizieq bahwa Habib Rizieq menjunjung tinggi NKRI, Pancasila, kebinekaan dan ini penting sekali diucapkan agar rakyat kita mendengarkannya secara langsung sebab isu-isu terakhir ini, itulah digulirkan seolah-olah yang melaksanakan aksi damai itu anti-NKRI, anti-Pancasila, dan anti-kebinekaan," ungkapnya.

SBY mengaku bahagia mendengar pernyataan soal komitmennya menghormati sikap pemerintah untuk menjaga keamanan dan situasi di Jakarta. SBY juga memberi penghargaan kepada Rizieq dan pimpinan umat soal pengubahan rencana aksi 112 yang semula akan long march menjadi zikir bersama di Istiqlal.

"Yang kedua, saya juga berbahagia mendengar pernyataan dari Habib Rizieq bahwa mereka menghormati keinginan dan harapan pemerintah untuk menjaga situasi yang aman, tenteram, dan damai, utamanya di Jakarta. Dan saya juga mengucapkan penghargaan kepada para pemimpin aksi damai besok hari, yang semula akan melakukan long march tetapi diubah menjadi acara zikir dan doa di Masjid Istiqlal," ucap SBY.

Menurut SBY, sikap para pemimpin aksi itu merupakan bukti jiwa besar dan juga respons positif terhadap ajakan pemerintah untuk bersama-sama menjaga situasi damai di Jakarta. Pertemuan antara Wiranto dan Rizieq pun, disebut SBY, sebagai langkah tepat untuk menunjukkan tak ada jarak antara pemerintah dan umat Islam.

"Ini menunjukkan jiwa besar dan juga respons yang positif terhadap ajakan pemerintah untuk bersama-sama menjaga situasi yang betul-betul tenang dan damai. Saudara-saudara, ini contoh yang baik karena tidak bijak dan tidak tepat kalau negara, pemerintah, berjarak dengan umat Islam dan berjarak dengan umat agama mana pun, apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam," ucap SBY.

"Kalau ada jarak, ada ketegangan, apalagi kebencian satu sama lain, kita semua menangis, kita semua merugi dan alhamdulillah saya baca kemarin, itu tanda-tanda yang baik bahwa tidak perlu lagi ada saling membenci begitu satu sama lain karena tentu juga tidak perlu ada Islamophobia di negeri sendiri," sambungnya.

SBY berharap cara pemerintah dalam mencari solusi seperti yang ditunjukkan Wiranto dan Rizieq dapat terus dilanjutkan. SBY juga berharap para pemimpin umat dapat bergandengan tangan demi mewujudkan suasana yang damai.

"Nah harapan saya, cara-cara yang baik seperti ini terus berlanjut, terus dilakukan oleh negara, oleh pemerintah. Harapan saya juga para pemimpin umat juga bisa bergandengan tangan dengan pemerintah untuk menciptakan suasana yang damai," tukasnya.



(gbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads