"Saung-saung akan segera dibongkar. Pasti dibongkar," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Susy Susilawati di kantor Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (10/2/2017).
Namun sebelum proses pembongkaran saung, menurut Susy, perlu dibangun ruang besuk yang representatif bagi keluarga dan kolega napi atau warga binaan. Sebab keberadaan saung berfungsi untuk tempat besuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Saung di area Lapas Sukamiskin membetot perhatian publik lantaran disebut-sebut tampil mewah. Saung itu kerap dipergunakan para narapidana untuk berjumpa keluarga dan kolega sambil menikmati sajian makan-minum dan menggelar aneka acara.
"Ada bilang saung elite, eksklusif, tapi ada pendapat orang lainnya saung biasa saja. Itu kan persepsi masing-masing. Jadi kalau disebut lux atau istimewa, ya enggak seperti itu," ujar Kepala Lapas Sukamiskin Dedi Handoko di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (8/2/2017).
Foto: Baban/detikcom |
Saung beragam ukuran ini terbuat dari bambu. Sisi kanan kirinya saung terpasang setengah dinding berbahan anyaman rotan ini. Seluruh saung beratap ijuk.
"Jumlahnya kurang-lebih ada 36 saung. Ya saung ini dikelola koperasi di sini," sebut Dedi.
Saung-saung tersebut berada di bagian sayap kanan Lapas Sukamiskin, yang bagian belakangnya bangunan sel penjara para napi. Tempat saung ini letaknya satu titik atau tidak terpisah-pisah di dalam area lapas.
Saung terdiri dua tipe. Ada tipe saung lesahan dan tipe saung berfasilitas kursi duduk.
Dedi tidak mengetahui kapan saung-saung tersebut berdiri. Ia menyebut, puluhan saung itu sudah hadir sebelum dia menjabat sebagai orang nomor satu di Lapas Sukamiskin.
"Kita mengakui saung ini dibangun dari inisiatif warga binaan," kata Dedi.
Ia memastikan saung-saung tersebut bukan khusus untuk para napi. "Saung ini dipakai untuk umum kok. Kalau misal ini saung kosong, silakan pakai. En (bbn/fdn)











































Foto: Baban/detikcom