"Sudah saya perintahkan seluruh komandan Kodim, komandan Korem, Pangdam, mendukung penuh apa yang diperlukan kepolisian RI di mana pun berada. Apabila terjadi suatu penambahan petugas, segera bantu, laporan belakangan," kata Gatot dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/11/2017).
Gatot juga meminta kepada semua pihak agar menciptakan suasana pilkada yang benar-benar sebagai pesta demokrasi yang aman dan damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot mengaku pihaknya tidak memetakan daerah mana yang rawan terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak pada 15 Februari mendatang. TNI dipastikan siap siaga untuk memastikan Pilkada berjalan dengan lancar.
"Polisi yang memetakan, saya yang menyiapkan pasukannya," tegas Gatot di sela-sela rapat dengan Komisi I di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/2).
Sebelumnya diberitakan, Polri melakukan pergeseran pasukan Brimob dari berbagai daerah di penjuru Tanah Air ke daerah rawan konflik menjelang Pilkada. Pergeseran pasukan (serpas) dilakukan dalam rangka Operasi Pengamanan Pilkada (Operasi Mantap Praja).
"Sifatnya rencana pengamanan. Biasa itu, hal-hal lazim yang dilakukan Polri. Ini kan 101 daerah (yang melakukan Pilkada serentak), tidak semuanya melakukan Pilkada. Seperti Jawa Timur, Pilkada-nya cuma 1," ucap Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Senin (6/2).
(idh/fdn)










































