detikcom mengulas kembali isi dari debat tersebut dengan metode Analisis Isi. Transkripsi pemaparan para cagub dan cawagub kemudian dihitung berdasarkan berapa banyak kata-kata tertentu disebutkan. Berikut pertanyaan pertama yang disampaikan oleh Ira Koesno selaku moderator debat:
Jelaskan visi dan misi paling utama terkait tema malam ini jika terpilih sebagai gubernur atau wakil gubernur DKI Jakarta?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelaskan program kerja unggulan terkait visi misi yang telah dipaparkan tadi dan yakinkan calon pemilih mengapa hal itu penting untuk dilakukan bagi rakyat Jakarta. Kita mulai dengan paslon kedua, waktunya adalah 1,5 menit.
Dalam menjawab kedua pertanyaan itu, cagub nomor urut 2 dan 3 bergantian dengan cawagubnya. Sementara cagub nomor urut 1 tetap memberi pemaparan.
Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni
Kesempatan pertama diberikan kepada pasangan calon nomor urut 1 yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Agus memaparkan visi dan misi terkait tema selama 2 menit sesuai waktu yang diberikan.
Agus menyebutkan frasa "sebagian masyarakat menurun", "Jakarta semakin maju", dan "seluruh warga Jakarta" sebanyak 2 kali pada sesi ini. Kemudian frasa yang terdiri dari 2 kata terbanyak adalah "warga Jakarta" yang disebutkan sebanyak 3 kali. Agus juga menyebutkan kata "warga" dan "Jakarta" dalam frasa terpisah masing-masing sebanyak 6 dan 10 kali.
Agus memanfaatkan waktu 2 menit dengan maksimal sehingga dia bisa menyelesaikan pemaparannya tepat setelah bel tanda berakhirnya waktu yang diberikan berbunyi. Selama 2 menit itu, Agus menyampaikan kurang lebih 241 kata.
Agus memandang masih banyak masalah di Jakarta yang ditandai dengan daya beli dan kualitas hidup sebagian masyarakat menurun sebelum melakukan pembangunan sosial ekonomi. Agus berjanji untuk meningkatkan pembangunan yang tidak sebatas sosial dan ekonomi.
"Saya akan berdiri yang terdepan bersama seluruh warga Jakarta untuk mengubah wajah ibukota untuk semakin modern, unggul, tetapi tetap menjadi kota yang manusiawi, berjati diri, berkarakter untuk Indonesia yang kita cintai, terima kasih," tutur Agus menutup pemaparannya.
Pada pertanyaan kedua, Agus mendapat kesempatan terakhir menjawab. Agus menyampaikan 10 program dengan total ada 191 kata selama 1,5 menit.
Tak banyak kata tertentu yang diucapkan berulang-ulang oleh Agus di pertanyaan kedua. Tetapi ada frasa "juta Rupiah per" yang disebutkan 2 kali oleh Agus. Frasa itu merujuk pada program bantuan langsung sementara dan bantuan modal usaha. Agus menekankan pada program bantuan dari pemerintah kepada rakyat untuk pembangunan sosial ekonomi.
"Semoga ini semua semakin mensejahterakan rakyat Jakarta dan kita semua hidup lebih baik lagi. Terima kasih," kata Agus.
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat
Pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat kemudian mendapat kesempatan berikutnya. Waktu yang diberikan oleh moderator pun sama yakni 2 menit.
Ahok juga memanfaatkan waktu 2 menit dengan maksimal sampai bel batas waktu berbunyi. Ahok menyampaikan kurang lebih 243 kata selama 2 menit.
Ada pun frasa yang terbanyak diucapkan Ahok adalah "bersih, transparan, dan profesional". Ada pula kata yang diucapkan berulang namun tak dalam satu frasa yakni "kami", "telah", dan "membangun".
Ahok memandang pembangunan sosial ekonomi sudah dilakukannya dengan Djarot sejauh ini yang ditandai dengan indeks pembangunan manusia 78,99. Dia mengidentifikasi dirinya dan pasangannya sebagai sosok yang bersih, transparan, dan profesional. Ahok menunjukkan dirinya adalah petahana yang sudah menjalankan sejumlah program dan siap memperbaiki kekurangan bila terpilih lagi.
"Saya ambil contoh, saya punya Mas Djarot yang melihat yang telah saya kerjakan, dan saya juga belajar terus kepada beliau, namanya juga Djarot Saiful Hidayat, supaya saya agak agak mirip beliau, supaya kalau kami dilanjut lagi bukan hanya visi misi program tercapai tetapi Ahoknya sudah menjadi iCore7, I7, bukan pentium lagi kalau komputer, supaya kesalahan ini bisa dihindari. Terima kasih," pungkas Ahok.
Pada pertanyaan kedua, pasangan calon nomor urut 2 mendapat giliran pertama. Kali ini cawagub Djarot Saiful Hidayat mendapat kesempatan untuk menjawab.
Djarot memanfaatkan waktu 1,5 menit dengan baik. Dia menyebutkan 162 kata dalam batas waktu tersebut.
Frasa "tidak ada lagi" diucapkan sebanyak 2 kali oleh Djarot. Selain itu ada juga frasa "manusia Jakarta" yang disebutkan dua kali.
Pada kesempatan ini Djarot menekankan pada dia dan cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga petahana telah menjalankan program sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat. Djarot menyebut dia dan pasangannya juga telah melakukan pembangunan manusia.
"Sekarang sudah tidak ada lagi, misalnya, untuk biaya pendidikan, tidak pernah terdengar, ketika tahun ajaran baru, ibu-ibu datang ke pegadaian untuk menyekolahkan anaknya. Sekarang juga tidak ada lagi keluhan, ketika mereka tidak mampu, itu masuk rumah sakit dengan biaya. Karena seluruh biaya rumah sakit, kalau Kelas 3 akan ditanggung oleh Pemerintah DKI," tutur Djarot.
Anies Rasyid Baswedan - Sandiaga Salahudin Uno
Kesempatan terakhir untuk memaparkan visi dan misi diberikan kepada pasangan calon nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Waktu yang diberikan juga dua menit.
Anies sedikit lewat dari waktu yang diberikan untuk mengucapkan salam penutup. Selama 2 menit lebih 2 detik itu Anies mengucapkan 227 kata.
Frasa yang diucapkan berulang oleh Anies yakni "bisa mengantarkan anaknya ke", "kami menempatkan Jakarta", dan "berkualitas dan tuntas". Frasa "berkualitas dan tuntas" merujuk pada kata "pendidikan" dalam paparan Anies. Anies mengawali paparan dengan "bismillahi rahmani rahim" serta salam pembuka dan juga salam penutup.
Anies memandang pembangunan sosial ekonomi harus didasari pendidikan berkualitas dan tuntas. Anies memberi penekanan saat bicara soal narkoba yang bisa menghancurkan pembangunan sosial dan ekonomi.
"Kami akan hadirkan kota yang maju, bahagia, aman, damai, dan bebas dari segala macam kriminalitas. Terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," pungkas Anies.
Pada pertanyaan kedua, pasangan nomor urut 3 ini mendapat kesempatan menjawab kedua. Cawagub Sandiaga Salahudin Uno giliran menjawab pertanyaan.
Sandiaga menyebutkan 171 kata dalam waktu 1,5 menit. Ada pun frasa yang diucapkan berulang oleh Sandiaga adalah "OK-OCE", "biaya hidup", dan "harga OK".
Sandiaga memandang biaya hidup masyarakat makin tinggi dan menawarkan solusi berupa program OK-OCE. "Terakhir untuk biaya hidup, program kami adalah harga OK. Harga OK ini akan memastikan bahwa biaya hidup terjangkau bagi khususnya warga menengah ke bawah. Untuk maju kotanya dan bahagia warganya," tutur Sandiaga.
Halaman 2 dari 4










































