Kejagung Buru 12 Buron Koruptor

Kejagung Buru 12 Buron Koruptor

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2005 02:42 WIB
Jakarta - Jaksa Agung Abdulrahman Saleh menargetkan, sedikitnya ada 12 koruptor yang kini masih dalam daftar buron dan telah diketahui keberadaannya. Telah dibentuk tim lintas departemen yang berasal dari Kejaksaan Agung, kepolisian, dan Departemen Hukum dan HAM untuk memburu para koruptor. Anggaran untuk itu telah disiapkan."Targetnya 12 orang. Nggak bisa disebut secara spesifik," kata Jaksa Agung seusai mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/4/2005). Meski didesak, Arman, panggilan akrab Jaksa Agung, tak mau menyebutkan. Dia hanya menyebutkan satu nama, yaitu Sudjiono Timan. Menurutnya, pihaknya sudah mengetahui keberadaan Sudjiono di luar negeri. Perburuan tak hanya dilakukan di Singapura, tapi juga di negara lain di dunia seperti negara-negara di Eropa. Menurut Arman, departemen luar negeri juga sudah melaporkan data para koruptor yang kini menjadi buron itu."Departemen luar negeri sudah mendapat informasi orang-orang itu bersembunyi di mana," ungkap Arman. Sayangnya, dia enggan menjelaskan lebih jauh tentang posisi para koruptor tersebut. Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Pol Da’i Bachtiar mengungkapkan, dalam sidang kabinet juga dibahas secara khusus mengenai kasus-kasus korupsi, tidak saja para koruptor yang sudah kabur, namun, kasus-kasus korupsi yang berada di dalam negeri. "Jadi, tadi juga upaya mencari pelaku-pelaku baik yang masih dalam status tersangka maupun yang sudah memperoleh putusan hakim yang telah lari ke luar negeri," ungkap mantan kapolda Jatim ini. Upaya kepolisian sendiri, sejauh ini sudah bergerak dengan menggunakan jalur-jalur kerjasama dengan Interpol. "Setelah kita mengetahui persis dia di mana, maka ada upaya-upaya baik melalui jalur hukum misalnya negara itu ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia, kita akan menggunakan jalur itu," jelas Kapolri. Namun, untuk negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia, akan dilakukan upaya-upaya yang lebih tinggi lagi. "Nah ini sedang dicari kepastiannya, kalau kita memperoleh informasi baru katanya ada di suatu negara pasti akan ditindaklanjuti," jelasnya. Yang terang, pemerintah tetap akan teliti menelusurinya. Sebab, terbuka kemungkinan para koruptor itu menggunakan identitas lain. "Nah setelah pasti (dimana berada), nanti kita akan tentukan," tegas jenderal bintang empat ini. (ast/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads