Tangkuban Perahu Masih Siaga

Tangkuban Perahu Masih Siaga

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2005 00:50 WIB
Bandung - Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana belum mencabut status siaga Gunung Tangkuban Perahu. Kamis (14/4/2005), pemantauan juga semakin diperketat dengan ditambahnya alat seismograf di Kawah Domas. Kawah Domas saat ini diketahui sebagai titik pusat gempa, namun belum terdeteksi apakah kawah tersebut juga mengeluarkan gas beracun."Mengenai gas beracun belum teridentifikasi. Jadi berita mengenai gas beracun itu belum tentu kebenarannya," kata Kepala Subdit Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Surono, Kamis (14/4/2005) di Bandung. Sehari sebelumnya, diperkirakan beberapa gas beracun sempat beredar, diantaranya gas Co2, Sulfur, dan Gas Belerang. Menurut Surono, saat ini aktivitas Gunung Tangkuban Perahu masih terlihat getarannya, namun ia meminta agar warga di sekitar Gunung Tangkuban Perahu jangan panik. "Mengenai nilai-nilai data getaran, jangan diinterpretasi," imbaunya. Kantor posko II yang dihubungi oleh detikcom menyatakan bahwa saat ini aktivitas di luar Gunung Tangkuban Perahu sudah terlihat normal. Warga kampung Cikole yang berdekatan dengan kawasan gunung ini sudah tidak terlalu panik seperti hari sebelumnya. Namun begitu, warga kampung Cikole masih tetap siaga. Mereka secara bergantian melakukan ronda malam. Menurut Galih Donikara dari posko II, saat ini beberapa pedagang secara bergelombang sudah mengambil barang bawaannya. Sebelumnya barang dagangan tersebut sempat ditinggalkan di kios-kios yang berada di puncak Gunung Tangkuban Perahu. Sekitar pukul 13.00 WIB 2 mobil berhasil mengangkut barang dagangan tersebut dengan dijaga ketat oleh kepolisian agar tak terjadi pencurian. Diperkirakan jumlah pedagang yang mengambil barang dagangannya itu sekitar 200 orang. Beberapa pedagang tersebut biasanya berjualan di daerah Jayagiri dan Puncak Gunung Tangkuban Perahu."Supaya informasi tidak simpang siur, warga diminta tetap berkomunikasi dengan kepala desa," kata Galih. Galih yang sempat ikut ke atas puncak mengatakan, bau belerang dirasakan masih menyengat. Selain itu, jalur Bandung-Subang yang melintasi Gunung Tangkuban Perahu terlihat sepi. (ast/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads