"Dari pemerintah yang berhubungan dengan polhukam, silakan saja kalau ada aktivitas, tapi jangan sampai melanggar hukum, ikuti aturan yang ada. Tadi sudah dibincangkan bahwa tidak ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan betul-betul tidak melanggar hukum," tegas Wiranto seusai pertemuan tertutup di rumah dinasnya, Jl Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).
Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam, termasuk Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, memang dibahas soal rencana aksi 112. Aksi ini sebelumnya direncanakan berupa long march, namun kemudian disepakati dipusatkan di Masjid Istiqlal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Wiranto menyinggung pelaksanaan pilkada serentak pada 15 Februari pekan depan. Semua pihak diminta menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat.
"Kita tahu harapan rakyat adalah pilkada jalan aman, tertib, lancar, sukses. Aman berarti tidak ada gangguan, tertib berarti ikut aturan yang berlaku," sebutnya.
Senada dengan Wiranto, Habib Rizieq sepakat untuk menjaga ketertiban. Dia memastikan aksi 112 berlangsung dengan tertib.
Baca Juga: Aksi 112 Dipindah ke Istiqlal Murni Inisiatif Ulama
Sebelumnya, Forum Umat Islam (FUI) sebagai penyelenggara aksi 112 menegaskan kegiatan keagamaan akan dilangsungkan di Masjid Istiqlal.
Aksi 112 dilakukan mengingat suhu politik yang semakin tinggi menjelang pilkada. Maka ormas Islam seluruhnya yang tergabung dalam FUI akan mengadakan zikir dan tausiah nasional untuk penerapan Surat Al-Maidah 51.
(fdn/fjp)











































