"Saya juga baru di-share video tersebut. Tidak, tim kami tidak mengeluarkan secara resmi video tersebut," ujar Sandiaga di Pendopo Anies-Sandi, Jalan Panglima Polim IX No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).
Video yang menjadi viral tersebut dibuat dengan durasi 1 menit 32 detik. Dalam video tersebut digambarkan seorang wanita yang diminta ayahnya untuk menjelaskan tiga laki-laki yang akan menjadi calon pasangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video ini kemudian ditutup dengan ekspresi senang kedua orang tua wanita remaja tersebut terhadap calon nomor 3. Dalam video ini tidak digambarkan berbagai atribut dan pernak-pernik kampanye cagub-cawagub DKI Jakarta. Namun pada akhir video sang pembuat menampilkan grafis dan pertanyaan kepada penonton akan memilih nomor berapa saat Pilgub DKI nanti.
Sandiaga sendiri menegaskan pihaknya tidak pernah menggunakan isu SARA dalam kampanye Pilgub DKI.
"Saya belum mendalami ya (video tersebut). Tapi menurut kami, isu agama, SARA, tidak pernah menjadi isu dalam pilgub ini. Saya selalu yang bilang bahwa isu yang utama adalah lapangan kerja dan pendidikan," jelasnya.
"Nah, itu yang jadi isu utama dari pilgub ini mulai setahun yang lalu. Mulai pertama kami melakukan survei internal akhir Januari (2016)," lanjutnya.
Sandiaga akan memastikan adanya video tersebut serta memastikan siapa yang membuat video tersebut. "Saya mesti lihat dulu, dan saya meski cek ke tim advokasi dan hukum," pungkasnya. (nvl/imk)











































