DetikNews
Kamis 09 Feb 2017, 16:02 WIB

Baru Berusia 7 Tahun, Korban Pencabulan Ini Siap Bersaksi di Sidang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Baru Berusia 7 Tahun, Korban Pencabulan Ini Siap Bersaksi di Sidang Ilustrasi (Dok. detikcom)
Jakarta - Bocah korban pencabulan di Jakarta Timur berencana dihadirkan dalam persidangan. Rencana ini didasarkan pada penilaian (assessment) yang sudah dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"P2TP2A sudah melakukan assessment soal apakah korban bisa memberikan keterangan di persidangan. P2TP2A juga sudah memberikan rekomendasi agar korban bisa memberikan keterangan di persidangan," kata pengacara korban, John Pattiwael, di kantornya di LBH Mawar Saron, Graha Mitra Sunter, Jalan Sunter Boulevard Raya, Jakarta Utara, Kamis (9/2/2017).

Penilaian yang dilakukan oleh P2TP2A adalah mengukur kemampuan fisik dan mental dari korban anak berusia 7 tahun ini. Hasilnya, korban anak dikatakan dapat mengikuti persidangan.

"Kondisi mental korban, dia tergolong kuat. Hasil assessment P2TP2A, korban ini dikatakan mampu untuk memberikan kesaksian. Meskipun korban masih berumur 6 tahun saat kejadian, tapi dia bisa menceritakan apa saja yang dia alami," ujar John.

"Assessment ini penting karena kan sebelumnya korban sudah dimintai keterangan oleh polisi. Dan nanti di persidangan, korban akan dimintai keterangan lagi yang waktunya juga tidak sebentar," tambahnya.

Nantinya, selain pengacara, korban akan didampingi oleh pihak Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan P2TP2A.

Hanya, John masih memikirkan mekanisme pemberian kesaksian oleh korban. Menurutnya, bisa saja korban memberikan kesaksian tanpa harus hadir ke ruang persidangan.

"Ketika dia tidak bisa memberikan persidangan, sebetulnya dia bisa direkam. Kuasa hukum terdakwa dihadirkan, saksi juga dihadirkan. Jadi keterangan yang diberikan nanti itu akan diperdengarkan di persidangan," tutur John.

"Atau seperti sidang di PN Cibinong. Di sana, anak di bawah umur mempunyai ruang tersendiri. Dia tidak harus satu ruangan dengan peserta sidang lainnya. Di sana ada satu jaringan suara. Jadi, walaupun ruangannya berbeda, masih tetap terhubung," lanjutnya.

Sebelumnya, terdakwa Ali Akbar sudah menjalani sidang di PN Jakarta Timur. Sidang selanjutnya akan digelar pada Selasa (14/2) nanti dengan agenda pembacaan eksepsi. Atas perbuatannya, Ali Akbar terancam hukuman 15 tahun penjara.
(jbr/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed