"Sehubungan dengan berbagai informasi yang simpang siur terhadap rencana aksi 112, yang membuat keragu-raguan di masyarakat, dan ada kesan untuk pembatalan, kami ormas ulama menyatakan tidak ada pembatalan pada aksi 112," ucap Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath dalam konferensi pers di Aula Masjid Al-Furqan DDII, Jalan Kramat Raya 45, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017).
Menurutnya, aksi 112 dilakukan mengingat suhu politik yang semakin tinggi menjelang Pilkada, 15 Februari nanti. Maka ormas Islam seluruhnya yang tergabung dalam FUI akan mengadakan zikir dan tausiah nasional untuk penerapan Surat Al-Maidah 51.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, kita menggeser dari Monas HI ke Masjid Istiqlal, ini inisiatif para habaib ulama yang tergabung di dalam Forum Umat Islam (FUI)," tambahnya.
Al Khaththath juga menghimbau masyarakat aksi 112 besok tetap menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban di Masjid Istiqlal. Aksi ini akan diawali salat subuh berjemaah, dengan menggunakan pakaian berwarna putih.
Ia juga memaparkan beberapa tujuan yang akan disampaikan dalam aksi 112, yakni:
1. Tolak penodaan Alquran
2. Tolak kriminalisasi ulama
3. Tolak penghinaan terhadap Alquran
4. Jaga Pilkada yang jujur dan adil
5. Wajib pilih gubernur muslim
(fjp/fjp)










































