Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan Ombudsman

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan Ombudsman

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Rabu, 08 Feb 2017 18:55 WIB
Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan Ombudsman
Jajaran Ombudsman RI meresmikan ruang penerimaan pengaduan dan Media Center (Heldania Ultri Lubis/detikcom)
Jakarta - Ombudsman RI memperkirakan laporan yang masuk pada tahun 2017 naik 100% dari tahun 2016 dengan jumlah aduan 10.158. Ini langkah-langkah perbaikan Ombudsman RI.

"Pada 2017 kami perkirakan (aduan warga) meningkat mendekati angka 20 ribu aduan. Tentu tidak lepas dari upaya perbaikan," kata Ketua Ombudsman RI Prof Amzulian Rifai di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

Ketua Ombudsman RI Prof Amzulian RifaiKetua Ombudsman RI Prof Amzulian Rifai (Grandyos Zafna/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amzulian memaparkan langkah-langkah perbaikan pelayanan Ombudsman RI di antaranya membuka kantor perwakilan Ombudsman di 33 provinsi, menambah personel sebanyak 208 calon asisten baru untuk ditempatkan di seluruh perwakilan Ombudsman RI yang ternyata diminati 20 ribu pelamar, serta memperbaiki fasilitas pelaporan.

Seperti sore ini, Ombudsman RI meresmikan ruang pengaduan dan Media Center di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Ombudsman Amzulian.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanJajaran Ombudsman RI meresmikan ruang penerimaan pengaduan dan Media Center (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


"Selama ini kan harus naik ke lantai 5, sekarang dipermudah langsung di lantai dasar dengan fasilitas lebih nyaman. Karena kecewa dengan pelayanan publik, marah, sedih, jengkel, tidak tahu lagi ke mana, kepada siapa mengadu, kalau fasilitas tidak nyaman, marahnya tambah dobel. Mudah-mudahan problemnya tidak bertambah," jelas Amzulian.

Pantauan detikcom, ada 5 petak ruang baru di Ombudsman RI di lantai 1, yakni lobi Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi, ruang penerimaan laporan yang terdiri atas 4 bilik, ruang tunggu, Media Center, dan ruang konsultasi.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanRuang pengaduan dan Media Center Ombudsman RI yang baru diresmikan (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


Memasuki kantor Ombudsman RI di lantai 1, di lobi akan ditemui sebuah pintu di sebelah kiri resepsionis. Memasuki pintu tersebut, akan terlihat tulisan 'Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi'.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanRuang pengaduan dan Media Center Ombudsman RI yang baru diresmikan (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


Di lobi tersebut terdapat tiga sofa hitam dan sebuah meja. Pelapor yang datang bisa menunggu di lobi ini. Di sini juga ada fasilitas sebuah TV LCD yang menampilkan informasi layanan masyarakat.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanRuang pengaduan dan Media Center Ombudsman RI yang baru diresmikan (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


Di samping lobi, sebelah kiri terdapat ruang penerimaan laporan. Ruangan ini memiliki sekat berwarna biru dengan empat bilik penerimaan laporan. Di masing-masing bilik disediakan dua kursi untuk pelapor dan satu kursi penerima laporan. Di tengah ruangan juga terdapat satu sofa hitam dan sebuah meja tunggu.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanRuangan pengaduan dan Media Center Ombudsman RI yang baru diresmikan (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


Keluar dari ruang penerimaan laporan juga ada ruang tunggu. Berada di sebelah kiri ketika keluar dari ruang penerimaan laporan. Ruang tunggu ini berada di dekat Media Center. Ruang tunggu ini menyediakan sofa berwarna hitam yang sedikit lebih panjang daripada sofa yang ada di lobi. Ada 4 buah sofa hitam dan 2 buah sofa persegi panjang serta 2 buah meja persegi panjang di tengah-tengah sofa yang disusun berdampingan. Ruang tunggu ini digunakan untuk membuat pelapor lebih nyaman dalam menunggu gilirannya.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanRuangan pengaduan dan Media Center Ombudsman RI yang baru diresmikan (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


Di Media Center terdapat barisan kursi berwarna biru dan kursi berwarna kuning. Kursi biru digunakan untuk narasumber yang akan melakukan konferensi pers, sedangkan kursi kuning yang ditata berundak bak kursi bioskop ditujukan untuk media yang meliput. Saat ini terdapat 6 buah kursi biru dan 30 kursi kuning.

Siap Tampung 20 Ribu Aduan Warga di 2017, Ini Perbaikan OmbudsmanRuangan pengaduan dan Media Center Ombudsman RI yang baru diresmikan (Heldania Ultri Lubis/detikcom)


Terakhir di samping ruang tunggu terdapat ruang konsultasi. Ada 4 buah meja dengan masing-masing 3 kursi, hampir sama dengan ruang penerimaan laporan. hanya saja, tidak ada sekat pembatas antarmeja dan terdapat kursi berwarna cokleat berjejer di dinding untuk menunggu giliran berkonsultasi.

Optimalisasi Medsos untuk Pengaduan

Selain datang langsung, Ombudsman juga memiliki saluran pengaduan call center 137 yang sudah dibuka per 8 Desember 2016 serta nomor WhatsApp, Line, dan Telegram di nomor 0821-37373737. Tak lupa, Ombudsman mengoptimalkan saluran media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

"Kami punya media sosial Twitter, FB, Instagram, YouTube. Penggunaannya ilustratif, lebih pada penyampaian informasi. Kalau konsultasi penyampaian laporan inisialnya lewat Twitter dan follow up nya bisa melalui WhatsApp dan e-mail," jelas anggota Ombudsman RI Alvien Lie di tempat yang sama.

Kemudian, lanjut Alvin, Ombudsman juga menggunakan jasa profesional untuk menangani penyelesaian laporan dan pencegahan malkoordinasi. Jasa profesional ini contohnya call center 137.

"Jadi seperti call center. Kan kalau dikerjakan sendiri harus ada pegawai dan lain-lain. Lebih baik menggunakan jasa call center yang profesional. Tidak menyangkut kepegawaian sehingga menggunakan jasa profesional untuk menjawab telepon yang masuk. Tentunya dengan berbagai ikatan, 137 call center tanpa kode area," papar pria yang juga dikenal sebagai pengamat penerbangan itu.

Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, lanjut dia, Ombudsman mengadakan sayembara logo Ombudsman Indonesia.

"Kan kami belum punya logo definitif. Sebetulnya kami bisa saja menunjuk agensi, tapi kami ingin menjadikan masyarakat bagian dari kami sehingga kami mengadakan sayembara logo itu. Nanti tutup tanggal 28 Februari 2017," tuturnya.

Sampai 31 Januari 2017 saja, hampir 500 jumlah desain yang masuk dan diperkirakan hingga akhir Februari bisa mencapai 1.000 peserta. Dewan Juri terdiri atas praktisi dunia kreatif dan komunikasi, seperti Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Miranti Abidin. Hadiah lomba logo Ombudsman ini bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Juri akan bekerja pada bulan Maret 2017. Selama itu kontestan kami promosikan desain mereka di medsos. Nanti yang terbanyak mendapat dukungan melalui medsos akan mendapat penghargaan sendiri sebagai pilihan netizen. Jadi dua nanti hadiahnya dari perspektif juri dan netizen. Itu cara kami menggunakan medsos agar semakin terkenal banyak yang melapor dan semakin banyak pekerjaan kami," ujar Alvin.



(nwk/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads