Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairudin mengatakan diundangnya para tokoh dalam dialog ini karena memiliki peranan untuk mewujudkan kelancaran gelaran lima tahun ini.
"Mereka punya peranan juga untuk bisa menetralkan suasana. Siapa pun yang terpilih nanti, semoga Jakarta bisa lebih baik," ujar Awal di Mapolres Jakut, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Jabbar/detikcom |
Dari dialog tersebut didapatkan kesepakatan bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama tahapan Pilgub DKI Jakarta bergulir. Komitmen ini dicapai bersama dari pihak aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta dari organisasi kemasyarakatan.
Awal mengatakan pihak kepolisian akan tetap siaga untuk menghadapi segala potensi kerawanan dan konflik selama masa pemungutan suara pada 15 Februari mendatang.
"Kami dari institusi kepolisian akan menjaga secara maksimal keamanan wilayah dan supaya proses pilkada bisa berjalan dengan aman, transparan, tanpa adanya konflik atau ancaman," tuturnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Yani Purwoko menyatakan pemkot netral dalam pilgub. Dia berharap adanya peningkatan partisipasi dari pemilih.
"Saya lihat masyarakat sangat aktif dengan pilihan masing-masing. Kami dari pemkot sifatnya netral. Siapa pun yang terpilih, kita mengharapkan partisipasi publik dalam pemungutan suara bisa lebih tinggi dan menghindari golput demi kota yang maju," ucap Yani.
Wakil Ketua MUI Jakarta Utara Werta Amin Asallaf bersama tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama juga berkomitmen mendinginkan suasana selama proses Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Kita yakin bahwa peran dari ulama dan tokoh lintas agama dalam kegiatan silaturahmi hari ini bisa membawa ketenangan dan kebersamaan dengan umat masing-masing," ujar Werta.
Ia juga meminta jangan ada pihak-pihak yang menyulut kemarahan dari umat dengan berbagai ucapan atau tindakan yang merendahkan salah satu tokoh agama yang dituakan oleh umat.
"Mari kita pilih pemimpin sesuai dengan hati nurani dan tanpa paksaan dari pihak mana pun. Kita adalah bangsa yang satu dengan beragam etnis, suku, agama, dan budaya. Jadikan Pilkada DKI sebagai contoh proses demokrasi yang damai dan menghormati perbedaan yang ada," ungkapnya. (jbr/idh)












































Foto: Jabbar/detikcom