Gerindra: Pidato SBY Bisa Jadi Peringatan untuk Pemerintah

Gerindra: Pidato SBY Bisa Jadi Peringatan untuk Pemerintah

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 08 Feb 2017 18:29 WIB
Gerindra: Pidato SBY Bisa Jadi Peringatan untuk Pemerintah
Ahmad Muzani (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra menanggapi pidato politik Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengapresiasi pidato politik yang banyak memberi kritik dan masukan bagi pemerintah itu.

"Saya kira sebagai sebuah peringatan itu baik. Lembaga terkait saya kira (sebaiknya) memperhatikan peringatan itu dari Pak SBY," ungkap Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Dalam pidato politiknya, SBY mengungkapkan kekhawatiran kadernya akan kecurangan pada pilkada serentak. Presiden ke-6 RI itu juga mengingatkan agar aparat TNI, Polri, dan BIN menjaga netralitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerindra menilai ada kekhawatiran SBY menjelang pelaksanaan pilkada serentak yang akan berlangsung pekan depan. Muzani menilai kekhawatiran tersebut terkait dengan isu-isu yang berkembang belakangan ini.

"Yang dirasakan sih sekarang ada semacam suasana yang agak pengap, ya suasana itu, sehingga suasana pengap itu menimbulkan kesan pilih kasih, beda perlakuan segala macam," kata anggota Komisi I DPR itu.

Muzani pun meminta agar lembaga atau instansi negara memperhatikan aspirasi dari SBY itu. Komisi I, menurutnya, juga sudah terus mengingatkan TNI dan BIN, sebagai mitra mereka, untuk memastikan netralitas dalam pilkada.

"Karena itu, dijadikan catatan baiklah buat lembaga-lembaga itu. Supaya kepercayaan masyarakat kepada lembaga itu pulih kembali. Ya diingatkan, dan mereka mengatakan netral," ujar Muzani.

SBY dalam pidato politiknya menggarisbawahi tiga poin besar, yaitu soal keadilan, kebinekaan, dan kebebasan, yang menurutnya tengah menjadi isu serius bangsa. Muzani punya pendapat sendiri soal keseluruhan pidato politik SBY semalam.

"Begini saya membayangkan pidato Pak SBY tadi malam itu, (kalau) diucapkan saat ia masih jadi presiden, itu lezat sekali rasanya. Bukan nggak lezat, tapi waktu dia jadi presiden, rasanya kita..," ucapnya menggantung.

"Saya sedang membayangkan pidato Pak SBY tadi malam itu apakah beliau sebagai ketum partai atau sebagai mantan presiden. Itu yang belum ketemu jawabannya," lanjut Muzani.

Meski begitu, Gerindra berharap semua pihak menjadikan pidato politik SBY sebagai sebuah peringatan, khususnya bagi pemerintah. Soal sindiran-sindiran yang dilontarkan SBY, Muzani berharap agar itu tidak dimaknai negatif.

"Peringatan kepada pemerintah agar pemerintah berjalan lebih baik lagi. Pemerintah lebih efektif lagi memanfaatkan kepercayaan rakyat yang baik. Saya kira baiklah. Positive thinking saja," tutupnya.



(elz/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads