Sekjennya Didemo untuk Dicopot, PBNU: Mereka Massa Bayaran

Sekjennya Didemo untuk Dicopot, PBNU: Mereka Massa Bayaran

Muhammad Abdurrosyid - detikNews
Rabu, 08 Feb 2017 16:21 WIB
Sekjennya Didemo untuk Dicopot, PBNU: Mereka Massa Bayaran
Foto: Muhammad Abdurrosyid/detikcom
Jakarta - Massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Indonesia berdemo di depan kantor PBNU, Jakarta Pusat. Mereka mendesak agar PBNU mencopot jabatan Sekjen yang diemban oleh Helmy Faishal Zaini. Pihak PBNU menegaskan massa tersebut adalah massa bayaran.

"Mereka massa bayaran. Dan ini bagi kami, bagi NU, kami harus mempertahankan marwah dan hakikat NU. Kami simpulkan mereka massa bayaran," ujar Wasekjen PBNU Isfah Abidal Aziz di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).

Isfah menjelaskan pihaknya telah menanyai asal dan maksud kedatangan massa. Namun mereka tidak dapat menjelaskan dengan rinci.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan, harus disampaikan dengan cara yang baik, dengan tradisi dan kultur yang biasa berlaku Nahdlatul Ulama, monggo silakan datang dengan baik-baik ke NU. Saya rasa mereka bukan santri dan tidak pernah di pesantren, tidak bisa menyebutkan mereka dari pesantren mana," kata Isfah.

"Ada beberapa hal terkait prinsip elemen santri yang kami tanyakan, tapi nggak bisa menjawab, artinya ya hanya mengaku-ngaku sebagai santri," lanjutnya.

Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Indonesia menuntut PBNU segera memecat Helmy Faishal Zaini, yang mereka sebut mendukung Agus-Sylvi. Koordinator Aliansi Santri Indonesia Rusdi TP mengatakan dukungan dari Helmy, yang menjabat Sekjen PBNU, terlihat dari video yang beredar.

"Meminta pengurus dari PBNU agar mencopot jabatan dari Sekjen PBNU sendiri karena telah mencederai nama baik PBNU, dengan terang-terang pula dia mendukung pasangan calon nomor 1, yaitu Agus-Sylvi," kata Rusdi saat berdemo di depan kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/2).

Helmy belum berkomentar mengenai tuduhan dukungan ke Agus dan desakan agar dirinya dicopot ini. (nkn/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads