"Soal polisi, tergantung lihat dari mana dispute-nya, SBY ingin mengonstatir polisi agar lebih profesional dan objektif dalam bertindak. Polri bisa melakukan itu," ungkap Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap dalam konferensi pers di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2017).
Menurut Mulfachri, kritik-kritik dalam pidato politik SBY merupakan hal yang wajar. Sebagai mantan presiden, SBY dinilai punya peran dalam pembangunan negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada saling tuduh dan saling fitnah, tidak sehat sebagai bangsa ke depan. Ini jadi kekhawatiran bersama," imbuh anggota Komisi III DPR itu.
Meski ada banyak kekhawatiran yang disampaikan SBY, Mulfachri yakin Pilkada serentak akan berjalan dengan baik. Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia ikut berpartisipasi.
"Pilkada serentak tahap 2 merupakan satu dari serangkaian proses demokrasi. Output-nya dapat memberikan kemakmuran dan kemaslahatan bagi bangsa ini," kata Mulfachri.
"PAN mengimbau mengikuti proses pemungutan suara 15 Februari dengan tertib dan aman, baik. Semua pihak agar menahan diri dan mengikuti proses Pilkada serentak," tambahnya.
Sebelumnya, SBY mengungkit soal penyelenggaraan Pilkada serentak yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan. Ia mengungkap adanya kekhawatiran kader PD akan terjadinya kecurangan, seperti money politics, serta soal netralitas Polri, TNI, dan BIN.
"Kalau sampai TNI, Polri, dan BIN tidak netral, saya orang yang paling sedih. Sebagaimana Saudara ketahui, saya pelaku utama reformasi TNI dan Polri. Agenda penting dari reformasi, berhentinya TNI dan Polri dari politik praktis, dari politik kekuasaan," ujar SBY dalam pidato politiknya, Selasa (7/2).
(elz/imk)











































