Luhut Pandjaitan: Kita Lawan Berita Hoax!

Luhut Pandjaitan: Kita Lawan Berita Hoax!

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 08 Feb 2017 15:32 WIB
Luhut Pandjaitan: Kita Lawan Berita Hoax!
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Maikel Jefriando/detikcom)
Ambon - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan media massa menjadi pilar dalam menjaga persatuan bangsa. Media dianggap mempunyai peran penting untuk memelihara negara ini tetap utuh.

"Media ini punya peranan yang sangat penting, sangat mendasar untuk membuat negeri ini tetap utuh. Karena, tanpa peran media ini, menurut saya, apa yang kita capai dan apa yang kita lakukan ke depan itu bisa kurang pas," ujar Luhut dalam Konvensi Nasional Media Massa HPN 2017 di Baileo Siwaluma, Karang Panjang, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/2017).

Hal itu bisa dilakukan dengan memberikan suasana sejuk kepada masyarakat. Dia pun berharap semua elemen sama-sama berjuang melawan berita yang tidak benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapan kami kepada media, perkembangan internet di Indonesia sangat luar biasa. Dampaknya luar biasa. Jadi kalau media tidak membawa persatuan dan kesatuan negeri kita, ya gini, tergantung Anda. Kalau kita ingin negeri ini pecah, mari kita bikin negeri pecah bersama-sama. Kalau kita mau bikin satu, mari kita bikin Indonesia satu. Caranya apa? Berikanlah hawa-hawa positif, lewat berita-berita yang benar, kita lawan berita yang tidak benar," ujar Luhut.

Menurut Luhut, berita hoax atau berita bohong ini memberikan efek negatif bagi masyarakat. Tak tanggung-tanggung, berita hoax ini dianggap dapat mengganggu persatuan bangsa.

"Ya itu saya bilang bahwa pada berita-berita hoax itu tidak mendidik dan itu bisa membuat dan mengganggu persatuan dan kesatuan Indonesia," imbuh Luhut.

Terkait dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, Luhut melihat kegiatan ini sebagai momentum yang tepat untuk bertukar pikiran. Dia pun menambahkan pers dan pemerintah mempunyai hubungan yang dinamis dan itu merupakan hal yang wajar.

"Ya kalau pers biasa dengan dinamikanya, ya tentu pers mengingatkan pemerintah, pemerintah juga mengingatkan pers. Itulah saya kira dinamika kehidupan bernegara," kata Luhut.




(dnu/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads