Acara simulasi pemungutan suara ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, di halaman kantor KPU Jakarta Utara, Rabu (8/2/2017). Sebanyak 100 penyandang disabilitas, yang terdiri dari penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, dan tunagrahita, ikut dalam simulasi ini.
"Simulasi hari ini adalah simulasi tentang pemungutan suara di TPS segmen penyandang disabilitas, terdiri dari disabilitas tunarungu, tunanetra, tunadaksa, dan tunagrahita. Seluruhnya dikoordinasi oleh relawan demokrasi KPU Jakarta Utara," ujar anggota KPU Jakarta Utara Yulis Setiawati kepada wartawan di kantor KPU Jakarta Utara, Jl Ancol Baru Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyandang disabilitas nantinya juga mendapat pendampingan serta alat bantu selama pencoblosan. Yulis mengatakan petugas KPPS yang mendampingi juga wajib mengisi formulir C3 untuk menjaga rahasia suara dari penyandang disabilitas tersebut.
"Bagi disabilitas, jika tak bisa membaca template tersebut, harus didampingi. Nah pendamping tersebut harus mengisi formulir C3 untuk menyatakan akan merahasiakan suara penyandang disabilitas itu," jelasnya.
(imk/imk)










































