Ide Pemilu DKI Jakarta versi Jember ini digagas oleh pemilik Warung Kopi Cak Wang, Rahmat Hidayatullah. Ia menggelar Pilkada DKI Jakarta di warkop-nya, yang berada di Jalan Mastrip, Jember.
Awalnya, pemilik warkop kerap mendengar perdebatan masyarakat Jember seputar Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, baik di media sosial maupun di warkop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dengan mencoblos surat suara (SS) di TPS, itu dapat memuaskan hasrat masyarakat Jember yang selama ini antusias mengikuti informasi Pilkada DKI Jakarta.
"Surat suara yang disediakan sebanyak 200 lembar. Tetapi ini sifatnya kondisional. Jika antusiasmenya tinggi, kami akan menambah lagi sampai 300 lembar," ungkapnya.
Dalam SS yang disediakan, Rahmat mencantumkan seluruh pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di DKI Jakarta, yakni paslon nomor urut 1 Agus-Silvy, paslon nomor urut 2 Ahok-Djarot, dan paslon nomor urut 3 Anies-Sandi.
Ia juga menyediakan dua bilik suara (BS) dan satu kotak suara (KS). Pada setiap tahap ditempatkan satu petugas, dari tahap registrasi, pencoblosan SS, hingga petugas penjaga KS.
"Setiap pengunjung Warkop Cak Wang dipersilahkan untuk menyalurkan suaranya. Syaratnya, hanya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) Jember. Daripada berdebat, lebih baik menyalurkan hak suaranya langsung," ujarnya.
Warkop di Jember mengadakan pencoblosan Pilkada DKI. (Yakub Mulyono/detikcom) |
Rencananya, 'Pemilu' di Cak Wang ini akan ditutup pada Rabu (8/2) sore. Setelah itu, panitia mulai melakukan penghitungan suara dan akan diumumkan kepada pengunjung Warkop Cak Wang yang hadir.
Rangga Mahardiki (30), seorang pengunjung warkop tersebut, mengatakan ia turut serta dalam 'Pemilu' itu. Menurutnya, tidak ada salahnya menyalurkan suara untuk Pilkada DKI Jakarta.
"Ini hanya untuk hiburan saja. Asyik juga bisa memilih Gubernur DKI Jakarta, biar kita tahu pendapat politik warga Jember tentang Pilkada DKI Jakarta," kata Rangga.
Ia beralasan, generasi muda memang seharusnya tidak apatis terhadap politik di Indonesia. Namun bukan berarti harus berdebat dan menimbulkan pertikaian antarteman.
"Dukungan kita dalam demokrasi itu bisa kita wujudkan dengan menyalurkan hak suara kita saat Pemilu. Kegiatan ini juga bisa jadi ajang pendidikan politik yang baik bagi masyarakat," pungkasnya. (bdh/imk)












































Warkop di Jember mengadakan pencoblosan Pilkada DKI. (Yakub Mulyono/detikcom)