"Kami meminta kepada tokoh-tokoh agama untuk menyerukan kepada ormas agar tidak ikut aksi 112. Kalau ada, akan kami bubarkan," tegas Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Umar Surya Fana kepada detikcom, Rabu (8/2/2017).
Foto: Istimewa |
Kapolres mengatakan pihaknya telah mendatangi kantor Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi untuk mengkoordinasikan hal itu. Ia juga telah berkomunikasi dengan sejumlah ormas, seperti FBR Kota Bekasi, FPI Kota Bekasi, GIBAS, GMBI, AMS, dan FPPM, di Pondok Pesantren Daarut Takwa di Jl Kemandoran Raya RT 003 RW 022 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
"Kami sudah bicara dengan pimpinan Ponpes Daarut Takwa Kiai Abdul Hadi untuk membantu mencegah massa berangkat ke Jakarta pada tanggal 10, 11, dan 13 Februari. Lebih baik masyarakat Bekasi memikirkan Kota Bekasi dan tidak ikut campur urusan DKI," jelasnya.
Ia juga menyampaikan, "Untuk urusan Ahok dan Ketua MUI sudah dimaafkan oleh Ketua MUI dan tidak perlu diperpanjang lagi."
Dalam kesempatan lain, polisi juga menemui Ketua PD Muhammadiyah KH Drs Soekandar Gazali di kantor sekretariat, Jl Ki Mangunsarkoro No 45 Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dalam pertemuan tersebut, Umar meminta pihak Muhammadiyah ikut menciptakan suasana yang kondusif menjelang pencoblosan Pilgub tersebut.
"Ketua Muhammadiyah Kota Bekasi Bapak KH Drs Soekandar Gazali menyampaikan komitmen bahwa Muhammadiyah Kota Bekasi tidak ikut-ikutan dalam pergerakan, baik di Jakarta dan Bekasi, karena kesibukan PD Muhammadiyah," tandasnya. (mei/erd)












































Foto: Istimewa