"Kalau saya umrah sih, saya berangkat umrah setelah masa kampanye usai tanggal 11 Februari. Rencananya, insya Allah, kalau semua dilancarkan, saya mau pergi umrah sampai pencoblosan," ujar Sandiaga kepada wartawan di Jalan Kesatrian V RT 21 RW 03, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.
Sandiaga rencananya akan kembali ke Tanah Air menjelang hari pencoblosan. Sebelum berangkat, dia meminta tim advokasi dan hukum Anies-Sandi menyelesaikan masalah KTP ganda.
"KTP ganda kita tadi kemarin sudah di-update oleh tim advokasi dan tim hukum kita bahwa baru sebagian yang disetor nama-namanya, dan ini mengkhawatirkan sekali," katanya.
Sandiaga menilai ada potensi tumpang-tindih jika KTP ganda baru dikumpulkan dalam waktu dekat ini. Dia meminta semua pihak terus memonitor perkembangan isu tersebut.
"Kalau misalnya 7 hari setelah ini baru disetor 50-an ribu, sementara yang sisanya itu belum disetor, ini ada potensi tumpang-tindih, potensi ganda. Jadi saya ingin mengajak semua pihak, mungkin memonitor perkembangan ini," jelasnya.
Pada hari pemilihan nanti, Sandiaga juga meminta relawannya menjalani salat subuh berjemaah dan doa bersama sebelum berangkat menuju TPS.
"Bagi yang beragama muslim atau berdoa bagi agama yang lainnya, dan setelah itu siap-siap pulang ke rumah mandi, pakaian rapi, dan langsung ke TPS ngantri," imbuhnya.
"Ini insya Allah bisa memastikan bukan adanya penggalangan massa, tapi betul-betul tertib, kita dalam beribadah, tapi tertib juga dalam menggunakan hak pilih kita nanti," lanjutnya. (nvl/imk)











































