Kapolsek Cengkareng Kompol Eka Baasith menceritakan ADT bersama rekannya, SUS (39) dan MUL (41), mendatangi sejoli, AM dan BRP (18), di kawasan sekitar pasar malam, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu, 4 Februari 2017, sekitar pukul 23.30 WIB.
ADT saat itu mengaku sebagai polisi dan menggeledah pakaian AM serta BRP. Korban kemudian dibawa ke gubuk kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AM dan BRP lalu melapor ke Polsek Cengkareng. Eka mengatakan para pelaku kemudian ditangkap berselang satu jam setelah peristiwa itu.
Para pelaku ditangkap polisi satu jam setelah kejadian. (Arif Ikhsanudin/detikcom) |
"Kami minta korban menunjukkan lokasi kejadian. Setelah itu, kami langsung mendapatkan pelaku," ujar Eka.
Ketiga pelaku ditangkap di tempat yang berbeda. "ADT kami amankan di rumahnya di Rawa Kedung, Cengkareng. Sedangkan dua orang lagi di wilayah Kalideres," kata Eka.
Menurut Eka, ADT sudah lama menjadi target polisi. ADT tercatat tiga kali melakukan kejahatan dengan berpura-pura sebagai
polisi. "Dia tidak memiliki seragam polisi. Saat melakukan kejadian pun tidak berseragam. Tapi hanya mengaku sebagai anggota," ujar Eka. (aan/fdn)












































Para pelaku ditangkap polisi satu jam setelah kejadian. (Arif Ikhsanudin/detikcom)