Napinya Pelesiran, Kalapas Sukamiskin Siap Dicopot dari Jabatannya

Napinya Pelesiran, Kalapas Sukamiskin Siap Dicopot dari Jabatannya

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 08 Feb 2017 12:04 WIB
Napinya Pelesiran, Kalapas Sukamiskin Siap Dicopot dari Jabatannya
Kepala Lapas Sukamiskin Dedi Handoko (Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin di Kota Bandung, Jawa Barat, tengah disorot berkaitan kabar sejumlah narapidana yang dianggap bebas pelesiran. Buntut kabar tersebut merebak isu soal pencopotan Kepala Lapas Sukamiskin Dedi Handoko. Apa respons Dedi?

"Pada prinsipnya saya sebagai anggota tergantung pimpinan. Evaluasi (ada di) pimpinan," ucap Dedi di halaman Lapas Sukamiskin, Jl AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (8/2/2017).

Dedi siap menerima konsekuensi berupa sanksi berat jika terbukti melanggar aturan. Bahkan, dia pasrah dicopot dari jabatannya bila sudah melalui mekanisme keputusan akhir pimpinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya harus siap kalau itu benar. Masa kita menolak kalau sudah perintah pimpinan," ujar Dedi yang resmi menjabat Kalapas Sukamiskin sejak Oktober 2016 lalu.

Sekadar menyegarkan ingatan, kabar napi koruptor bisa 'pelesiran' diungkap oleh majalah Tempo yang menerbitkan tajuk 'Investigasi Tamasya Napi Sukamiskin' edisi 6-12 Februari 2017. Tim Kanwil Kemenkum HAM Jabar dan Inspektorat Jenderal Kemenkum HAM telah membentuk tim untuk melakukan investigasi apakah ada atau tidak penyimpangan yang dilakukan petugas lapas dan mapi berkaitan pemberitaan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memerintahkan Inspektur Jenderal Kemenkum HAM menginvestigasi adanya pelesiran napi-napi di Sukamiskin. Tindakan bagi yang melakukan pelanggaran harus lebih keras, apalagi bila jajaran Lapas melakukan tindak pidana.

"Kalau terbukti suap, akan kami pecat atau demosi, atau turunkan pangkat. Kita lihat nanti gradasinya seperti apa," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/2) kemarin.

Pelanggaran misalnya berupa suap-menyuap yang dilakukan antara napi dengan petugas Lapas. Untuk membuktikan adanya suap di lingkungan Lapas Sukamiskin, Yasonna memandang hal ini bakal tak mudah. "Ini pasti sulit. Yang memberi kan pasti tidak mau mengaku. Yang menerima juga tidak akan mau mengaku," katanya.

(bbn/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads