Mahasiswa: Tak Ada Aktor Politik yang Gerakkan Jambore

Mahasiswa: Tak Ada Aktor Politik yang Gerakkan Jambore

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Selasa, 07 Feb 2017 23:26 WIB
Mahasiswa: Tak Ada Aktor Politik yang Gerakkan Jambore
Panitia Jambore Nasional Mahasiswa (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Mahasiswa menegaskan acara Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia tidak disusupi kepentingan politik apa pun. Mahasiswa juga membantah ada aktor politik yang menggerakkan mereka untuk melakukan aksi di depan rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tapi ada penggiringan opini, ada elite politik yang menggerakkan. Saya tanya, politisi mana yang bisa menggerakkan 3.000 mahasiswa dari daerah berbeda, prodi yang berbeda. Setahu saya, mahasiswa tidak dijadikan alat berbau politik praktis. Ini sebuah klaim dan jualan orang yang mengaku-ngaku. Ini yang kita sayangkan," ucap Ketua Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia, Septian Prasetyo, dalam jumpa pers di kampus STMIK Raharja, Jl Jenderal Sudirman, Tangerang, Selasa (7/2/2017).

"Janganlah dikhianati oleh oknum. Ini murni dasar pemikiran, murni kegelisahan anak-anak bangsa. Kita sudah capek diadu domba," imbuhnya.

Septian menyebut kegiatan membagikan selebaran pada Senin, 6 Februari, kemarin merupakan ide yang muncul seusai rapat pleno dalam jambore. Ada dua lokasi yang dipilih, yaitu di Kuningan dan di DPR, karena dianggap lokasi strategis.

Kegiatan itu lalu menjadi heboh ketika SBY merasa para mahasiswa berdemo di depan rumahnya. Septian menyebut kegiatan bagi-bagi selebaran itu tidak berada tepat di depan rumah SBY.

"Itu bukan spesifik di rumah SBY. Itu kalau dilihat jarak tempuh sampai 600 meter dari rumah SBY," ujar Septian.

Dalam acara dies natalis Partai Demokrat di JCC, Senayan, SBY menyampaikan pidato politiknya. SBY menyayangkan demo yang dilakukan di depan rumahnya kemarin.

"Yang paling baru, kemarin. Yesterday. Rumah saya di Kuningan digeruduk massa yang konon sudah diprovokasi dan diagitasi di kawasan Pramuka Cibubur. Sangat menyedihkan jika forum terhormat dikotori tangan-tangan hitam dengan agitasi propaganda untuk menghancurkan lawan politiknya," kata SBY saat menyampaikan pidato politiknya.

Dia mengatakan mahasiswa adalah calon pemimpin. Namun diduga mahasiswa dicekoki dengan fitnah-fitnah.

"Mereka dicekoki dengan provokasi bahwa SBY adalah perusak negara dan harus ditangkap. Nauzubillah. Siapa yang merusak negara. Sulit dimengerti jika pemegang kekuasaan tidak mengetahuinya. Saya pesimis unjuk rasa dan geruduk yang melanggar hukum tersebut diusut dan dituntaskan penegak hukum," tutur SBY. (dhn/fdn)


Berita Terkait