Disidak, PNS DIY Kepergok Banyak yang Bolos
Kamis, 14 Apr 2005 17:30 WIB
Yogyakarta - Secara mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY Bambang Susanto Priyohadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) sebelum jam kantor usai. Sidak ini dilakukan karena tidak percaya presensi kehadiran PNSdi lingkungan Pemprov DIY mencapai 100%.Dan setelah disidak, ndilalah ternyata banyak PNS di dua kantor dinas yang pulang lebih awal. Padahal berdasarkan ketentuan mereka baru diperbolehkan pulang setelah pukul 14.00 WIB.Sidak hari Kamis (14/4/2005) dilakukan di kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta kantor Dinas Pertanian DIY. Tak menyangka akan dilakukan sidak, para PNS di dua kantor tersebut tampak kebingungan. Mereka yang masih berada di tempat ketika ditanya ke mana perginya temannya yang lainnya juga menyatakan tidak tahu dan berusaha saling menutupi dengan berbagai alasan.Saat Bambang masuk di salah satu ruangan kantr Dinas Kehutanan di Jl Argolubang, banyak meja dan kursi yang sudah kosong ditinggal pulang para pegawai. Ada pula seorang kepala bagian (kabag) yang sudah tidak ada di tempatnya. Meski tampak gugup ketika ditanya, mereka mengatakan kabag sedang dinas keluar. Namun lucunya ketika ditanya lebih rinci tentang kepergian atasan dan teman sekantornya itu, mereka tidak bisa menjawab dengan jelas."Jangan ditutup-tutupi lagi kalau teman Anda sudah pulang dari kantor. Kalau Anda menutup-nutupi saya juga menghargai. Namun harus anda ingat bahwa apayang Saudara lakukan itu keliru," kata Bambang.Setelah itu, pegawai tersebut langsung tidak berkutik dan hanya menunduk ketika Bambang memberikan beberapa nasihat. "Sidak ini tak main-main. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kedisiplinan di lingkungan pemprov DIY," katanya.Bambang mengatakan. pihaknya sengaja melakukan sidak di dua kantor tersebut karena berdasarkan laporan persentase presensi karyawan mencapai 100 persen. Kedatangan di tempat itu untuk membuktikan kebenaran laporan yang ada. Sedangkan laporan lainnya yang masuk kepadanya justru banyak ditemukan karyawan pada jam-jam itu sudah banyak yang tidak ada di tempatnya atau pulang lebih awal."Kita kroscek saja. Mungkin pas jam datang mereka rajin dan tepat waktu, tetapi saat jam pulang nggak disiplin," imbuh dia.Menurut dia, apa pun alasannya, saat jam-jam kerja kantor tidak boleh ditinggalkan kosong. Sebab dikhawatirkan pelayanan kepada publik dapat terganggu. "Masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik. Ini memang masalah dan profesionalisme harus ditingkatkan. Meski perlu juga ada aturan main mengenai pengaturan jam keluar kantor," katanya.
(nrl/)











































