Rencana Djarot Saat Aktif Lagi Jadi Wagub DKI: Resmikan RPTRA

Rencana Djarot Saat Aktif Lagi Jadi Wagub DKI: Resmikan RPTRA

Bisma Alief Laksana - detikNews
Selasa, 07 Feb 2017 18:33 WIB
Rencana Djarot Saat Aktif Lagi Jadi Wagub DKI: Resmikan RPTRA
Djarot Saiful Hidayat (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Wagub DKI nonaktif Djarot Saiful Hidayat sudah menyusun kegiatan yang akan dia dan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lakukan saat mereka kembali ke Balai Kota pada 12 Februari nanti. Salah satu yang akan mereka lakukan adalah meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

"Ketika kami aktif, akan segera meresmikan beberapa RPTRA, salah satunya yang di Kalijodo. Ke depan, setelah masing-masing kelurahan ada RPTRA, akan kita pilih wilayah-wilayah RW yang padat, kalau butuh RPTRA, akan kita bangun," kata Djarot seusai blusukan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Djarot mengatakan bukan hanya RPTRA yang akan mereka resmikan, tapi juga tempat wisata kuliner di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan pasar perkulakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan cuma RPTRA. Kayak waktu kami datang ke Pasar Minggu, di sana sudah dibangun tempat kuliner waktu saya ke sana belum selesai, tapi insya Allah Februari selesai, lalu setelah itu diresmikan. Termasuk ground breaking program yang perlu dieksekusi. Seperti pasar perkulakan untuk menstabilkan harga," papar Djarot.

Menurut Djarot, sidang Ahok yang minggu depan akan digeser ke hari Senin tidak akan banyak mempengaruhi kinerja mereka di Balai Kota. Karena, sejak hari Minggu (12/2) nanti, saat hari pertama mereka kembali aktif, mereka akan langsung bekerja. Adapun kegiatan bertemu dengan warga, yang biasa dilakukan tiap pagi di pendapa Balai Kota, Djarot mengatakan akan tetap berlangsung namun durasinya akan dipersingkat.

"Kalau kami menyesuaikan (jadwal sidang Ahok). Kan kami aktif sejak Minggu. Kami akan cek kesiapannya bagaimana pilkada bisa berlangsung lancar, aman, damai. Minggu kita mulai kegiatan. Kan kita biasa program SMP (silaturahmi Minggu pagi) bersama perangkat lurah dan camat," tutur Djarot.

"Kalau itu (menerima warga di Balai Kota) tetap kita terima, tapi waktunya akan lebih singkat karena banyak kerjaan yang menumpuk. Misalnya, peresmian banyak proyek yang sudah selesai dan tinggal diresmikan. Supaya betul-betul bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat," ucapnya.

Terkait serah-terima jabatan dari Plt Gubernur DKI Sumarsono kepada Ahok-Djarot, mantan Wali Kota Blitar tersebut mengatakan akan menyesuaikan dengan jadwal yang akan dibuat oleh Pemprov DKI. Apalagi pada tanggal 11 Februari akan diadakan pesta rakyat Ahok-Djarot di Kemayoran.

"Lo, tanggal 11 hari apa, Sabtu kan, nggak apa-apa. Sebelum kampanye ke Balai Kota kan bisa. Kami nurut saja apa agenda dari Pemprov. Kalau misalnya Sabtu sore, ya Sabtu sore. Kalau malam, ya malam," tutup Djarot.

Sebelumnya, Plt Gubernur DKI Sumarsono menyebut Ahok kembali menjadi gubernur setelah masa cutinya berakhir. Serah-terima jabatan dari Plt Gubernur DKI kepada Ahok akan dilakukan pada hari Sabtu (11/2).

"Prosesnya sedang digodok di Biro Hukum, tapi intinya, Pak Ahok kembali sebagai gubernur tanggal 12 (Februari). Tanggal 11 Februari sore, serah-terima sama saya," kata Sumarsono (Soni) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/2/2017).

Seusai serah-terima, menurut Soni, Ahok akan kembali menjadi gubernur sejak 12 Februari. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menyebut Ahok belum akan dinonaktifkan meski berstatus sebagai terdakwa.

"Tidak ada, memang jadwalnya belum diberhentikan, (Ahok-Djarot kembali) tetap sebagai gubernur dan wakil gubernur sah, resmi," ujarnya.

Saat ini, surat-surat terkait serah-terima jabatan gubernur sedang disiapkan. Soni kembali menegaskan, ketika masa jabatannya sebagai pelaksana tugas gubernur berakhir, Ahok dipastikan kembali menjabat posisi semula.

"Undang-undangnya kan begitu, saya selesai tanggal 11 Februari, Pak Ahok kembali," tegasnya. (bis/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads