Nama politikus PDIP, Adian Napitupulu, disebut berada di balik pergerakan mahasiswa dari Cibubur sampai ke kediaman SBY. Adian membantah tudingan tersebut.
Adian mengatakan dirinya memang menghadiri acara jambore yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, itu. Namun ia menolak jika dikatakan kehadirannya untuk merencanakan aksi 'penggerudukan' di depan rumah SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi VII DPR itu mengatakan dirinya hadir dalam kapasitas sebagai anggota DPR dan bertemu dengan banyak mahasiswa. Panitia acara sempat meminta Adian berbicara mewakili aktivis '98, namun ia menolak.
"Saya juga bertemu dengan banyak aktivis '98 lain yang berasal dari partai yang berbeda-beda. Bahkan ada yang, kalau tidak salah, pernah menjabat sebagai pengurus di Partai Demokrat. Benar panitia meminta saya untuk menjadi pembicara mewakili aktivis '98, tapi saya menolak karena sudah ada sekitar 4 aktivis '98 yang menjadi pembicara di Forum Jambore itu," ungkapnya.
Saat acara berlangsung, Adian melihat banyak peserta yang masih antre dari dapur umum. Ia juga mendengar teriakan dari mahasiswa yang membuatnya tertawa.
"Saat saya datang, masih banyak peserta yang antre makanan dari dapur umum dan saat itu terdengar teriakan 'bubarkan panitia!'. Mendengar itu, saya tertawa karena itulah gaya orisinal mahasiswa, mungkin juga gaya saya 20-an tahun lalu," jelasnya.
Sebelumnya, juru bicara DPP Partai Demokrat Rachland Nasidik dalam keterangannya mengatakan pelaku demo di depan rumah SBY melakukan pertemuan di Cibubur. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Antasari Azhar.
"Infonya, pelaku demo adalah mahasiswa yang melakukan pertemuan di Cibubur di mana Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Antasari Azhar hadir memberi pengarahan," papar Rachland, Senin (6/2).
Pernyataan Rachland tersebut dibantah oleh pihak Kepala Staf Kepresidenan. Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Chrisma Albandjar mengatakan kehadiran Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki itu untuk menyampaikan materi mengenai menjaga NKRI.
"Kami menyesalkan pernyataan pers dari Saudara Rachland Nashidik, juru bicara DPP Partai Demokrat, yang memberi kesan seolah-olah ada hubungan antara kehadiran Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di acara Jambore Mahasiswa Indonesia dan demo di depan kediaman mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dimaksud Saudara Rachland," kata Chrisma, dalam keterangannya, Senin (6/2).
(nkn/erd)











































