Status Semeru Tetap Waspada

Status Semeru Tetap Waspada

- detikNews
Kamis, 14 Apr 2005 17:19 WIB
Malang - Meski aktivitasnya meningkat dan mengeluarkan letusan 40 sampai 126 kali per harinya, Gunung Semeru masih dalam kondisi normal. Statusnya pun tetap waspada.Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Herri Subagiadi kepada detikcom di kantornya Jl. Raden Intan, Malang, Kamis (14/4/2005).Status waspada pada Gunung Semeru ini diberlakukan sudah sejak akhir tahun2004 lalu. Dalam status waspada tersebut Direktorat Vulkanologi melarang adanya pendakian ke puncak Gunung Semeru."Dengan adanya larangan tersebut Balai Taman Nasional menutup kegiatan pendakian sampai batas yang tidak ditentukan," kata Herri.Herri menambahkan, secara visual Gunung Semeru sampai saat ini masih belum tampak kegiatan aktivitas kegunungan yang signifikan atau tanda-tanda yangmembahayakan bagi masyarakat di sekitar lereng gunung Semeru. "Meski demikian, letusan atau lelehan lava pijar dapat terlihat pada malam hari pada jarak 700 sampai 2.000 meter dari puncak Semeru," tambah Herri.Namun banjir lahar atau aliran awan panas ini belum terjadi sehingga masyarakat desa yang terletak di kaki Gunung Semeru belum ada potensi bahaya yang harus dievakuasi.Sementara itu dengan turunnya curah hujan yang tinggi di puncak Gunung Semeru akhir-akhir ini, dapat mengakibatkan bangunan kubah lava puncak gunung menjadi longsor. Hal itu mengakibatkan material dibawa air ke bawah menjadi aliran lahar dingin.Untuk itu Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meminta kepada beberapa daerah di Kabupaten Lumajang seperti Kec Supit urang, Rawa Baong dan Sumber Luwuh serta dua kecamatan di Kabupaten Malang Kecamatan Wajak dan kecamatan poncokusuma untuk terus waspada apabila terjadi banjir lahar dingin setelah turun hujan deras di Gunung Semeru. "Karena daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang paling dekat dengan Gunung Semeru," demikian Herry. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads