"Saya, walaupun berat hati, menyampaikan, mengkritik, harusnya media ini kan merah-putih. Tidak mengutamakan kelompok atau golongan. Jadi ketika orang mulai ragu dengan media-media, TV-TV, tentu dia mencari yang lain. Nah itulah bahayanya," ungkap Zulkifli.
Hal itu disampaikan Zulkifli seusai kunjungan kerja Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di STKIP Muhammadiyah Manokwari, Papua Barat, Selasa (7/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa orang mempercayakan (informasi) kepada media sosial? Karena harusnya nilai-nilai luhur yang diajarkan, ini mulai tidak lagi (diajarkan). Makanya saya minta kemarin, kita bersama-sama menghadirkan kebaikan dan kebenaran. Itu tugas kita semua untuk mendidik rakyat dengan baik," tutur dia.
Zulkifli mengingatkan, mempercayai berita bohong, apalagi yang mengandung fitnah, adalah sikap yang keji. Karena itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengimbau masyarakat melakukan kroscek terhadap orang yang kredibel jika menerima hoax.
"Fitnah itu lebih sadis dari pembunuhan. Oleh karena itu, saya mengimbau juga kalau ada berita-berita yang terlalu ekstrem, harus direkonfirmasi. Ditanya kepada kenalan, tokoh terdekat, atau bandingkan dengan media mainstream," terang Zulkifli. (nwy/mpr)











































