Dalam pemberitaan majalah Tempo edisi Senin (6/2/2017) bertajuk 'Investigasi Tamasya Napi Sukamiskin', napi Anggoro Widjojo berkunjung ke Apartemen Gateway, yang diduga sebagai tempat persinggahannya saat keluar dari penjara. Anggoro kini dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Bogor.
Apartemen Gateway berjarak kurang-lebih 3,5 kilometer dari Lapas Sukamiskin. Lokasinya berada di kawasan Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Apartemen ini berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk kawasan Cicadas. Bangunan setinggi 16 lantai itu cukup mencolok dari kejauhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar unit apartemen sudah berpenghuni. Hal itu terlihat dari pakaian dan perlengkapan rumah tangga lainnya yang tampak di balkon. Beberapa penghuni juga terlihat muncul dari pintu balkon.
Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom |
Apartemen Gateway terdiri dari 1.600 unit dengan berbagai tipe. Ada yang tanpa kamar, dua kamar, hingga empat kamar. Untuk unit tanpa kamar, harga sewanya sekitar Rp 2 juta per bulan. Sedangkan dua kamar Rp 3,5 juta per bulan dan tiga kamar Rp 4,5 juta per bulan.
"Biasanya yang disewakan itu dua kamar dan tiga kamar. Sebenarnya ada juga yang empat kamar, tapi biasanya tidak disewakan," kata Asep, salah seorang pegawai bagian pemasaran Apartemen Gateway.
"Fasilitasnya sudah lengkap, kasur, televisi, kompor, dan lainnya," tambah Asep.
Baca: Tanggapan Kalapas Sukamiskin soal Kabar Napi 'Pelesiran':
Dalam keterangan, Senin (6/2) kemarin, Kepala Lapas Sukamiskin Dedi Handoko mengatakan, "Anggoro sudah saya ambil keterangan. Anggoro ke apartemen hanya beli sarapan di bawah apartemen, ada Indomaret. Nggak ada (memiliki unit apartemen)."
(try/try)












































Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom