"Ya memang kita mengamankan sejumlah barang bukti yang bisa jadi itu jadi sumber api," kata Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria saat ditemui di kantornya, Jalan Magelang, Sleman, Selasa (7/2).
Namun Burkan belum bisa menyampaikan lebih detail soal benda tersebut karena masih akan diteliti oleh tim Labfor Polri dari Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olah TKP sudah dilakukan Polres Sleman pada Minggu (5/2) dan Senin (6/2). Dua saksi juga telah dimintai keterangan. Dari sana diperoleh informasi tentang seseorang mencurigakan yang berada di sekitar lokasi.
Polisi telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku. "Sejauh ini baru satu orang (yang diduga pelaku). Ciri-cirinya pakai kemeja kotak-kotak dan pakai motor bebek. Laki-laki," tutur Burkan.
Namun, karena dua saksi terdiri dari satu anak kecil dan seorang lansia, polisi masih membutuhkan tambahan saksi.
"Dapat dua saksi, satunya anak kecil dan satunya usia 70 tahun. Jadi perlu perlakuan khusus," ucapnya.
Pelaku Diduga Mengidap Pyromania
Polisi mendalami kemungkinan pelaku mengidap gangguan psikologis pyromania. Pyromania merupakan sebuah gangguan psikologis yang menyebabkan pengidapnya tak bisa menahan keinginan untuk membakar sesuatu.
"Kami juga dengar soal (dugaan) itu (pelaku mengidap pyromania). Segala dugaan saat ini menjadi referensi kita," ujar Direskrimum Polda DIY Kombes (Pol) Frans Tjahyono.
Frans juga menyampaikan pagi ini tim Labfor Semarang tiba di Yogyakarta untuk menyelidiki barang-barang bukti yang telah diangkut dari lokasi kejadian.
(sip/rvk)











































