"Saya kira dari lembaga survei mana pun menyatakan bahwa kepuasan atas kinerja Pak Ahok dan Djarot itu masih di angka 70 persen," kata
Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/2/2017).
Menurut Ace, survei Populi mengkonfirmasi debat publik yang sudah dilaksanakan dua kali itu telah menumbuhkan keyakinan bahwa memang masyarakat Jakarta ingin mencari suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makin ke sini, saya kira kriteria kepemimpinan yang melekat dengan ekspektasi publik ada pada Ahok-Djarot. Kemudian tegas. Nah, jadi soal-soal terkonfrimasi oleh survei," ujarnya.
"Tentu kita masih sangat optimistis," sambungnya.
Selain itu, Ace menyinggung penilaian warga Jakarta terkait kepemimpinan Ahok-Djarot dibanding era Pelaksana Tugas Gubernur DKI Sumarsono.
"Jika kita melihat, kepemimpinan Pak Sumarsono dirasa oleh warga Jakarta jauh lebih buruk dibanding masa pimpinan Pak Ahok-Djarot. Jadi itu semakin mengkonfirmasi orang untuk (bilang) 'enak jamanku, toh,'" tuturnya.
Populi Center merilis hasil survei Pilgub DKI 2017 setelah debat kedua. Hasilnya, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat unggul, diikuti Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
Survei Populi dilakukan pada 28 Januari hingga 2 Februari 2017 di enam wilayah DKI Jakarta. Ada 600 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei kurang-lebih 4% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dibiayai dari kas internal Yayasan Populi Indonesia.
"Elektabilitas Ahok-Djarot menempati peringkat pertama dengan persentase 40%, disusul oleh Anies-Sandi dengan persentase 30,3% dan Agus-Sylvi sebesar 21,8% di posisi ketiga," kata peneliti Populi Center Nona Evita dalam rilis survei di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/2). (idh/fdn)











































