Polda Sumsel Tangkap Perampok Uang Rp 613 Milik Juragan Karet

Polda Sumsel Tangkap Perampok Uang Rp 613 Milik Juragan Karet

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 06 Feb 2017 18:31 WIB
Polda Sumsel Tangkap Perampok Uang Rp 613 Milik Juragan Karet
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Palembang - Tim Subdit III Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap seorang perampok bersenjata api. Pelaku merampok juragan (tauke) karet dan membawa uang Rp 613 juta dan sejumlah perhiasan emas.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo menyebut pelaku yang ditangkap bernama Sugianto alias Sugi (43). Tersangka perampokan ini diketahui sebagai petani yang juga Kepala Dusun Tri Tunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Banyuasin.

"Saat digerebek tim Subdit III Jatanras, tersangka sempat berusaha lari dari rumahnya. Namun akhirnya berhasil ditangkap," kata Prasetijo kepada detikcom, Senin (6/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perampokan oleh Sugi bersama sembilan orang lainnya dilakukan pada Rabu (7/12/2016). Korbannya adalah Jauhari (50), seorang tauke karet di Kelurahan Gelumbung, Kecamatan Gelumbung, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

"Pelakunya ada 10 orang. Mereka menggunakan senpi dan sajam mendobrak rumah korban," sebut Prasetijo.

Tersangka perampokan juragan karet di BanyuasiTersangka perampokan juragan karet di Banyuasin (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)


Saat merampok, para pelaku menodongkan senpi sambil mengancam akan membunuh korban jika melakukan perlawanan. Di rumah korban, ada dua orang yang sebagian pekerja.

"Mereka seluruhnya diikat dan ditodong senpi. Dipaksa menunjukkan tempat duit. Mereka mengambil uang Rp 613 juta dan perhiasan emas lebih dari 150 gram ditambah lagi intan," imbuhnya.

Dari hasil perampokan tersebut, sambung Prasetijo, tersangka Sugianto menerima bagian Rp 19 juta serta kalung emas. Barang bukti yang bisa disita dari tersangka adalah emas dan handphone.

"Tersangka menyebutkan, dalam aksi perampokan itu mereka menggunakan empat senjata api rakitan," kata Prasetijo.

Saat ini polisi tengah memburu sembilan pelaku lainnya. (cha/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads