Wiranto: Pengamanan Paspampres untuk SBY Tetap Dijalankan

Wiranto: Pengamanan Paspampres untuk SBY Tetap Dijalankan

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 06 Feb 2017 18:22 WIB
Wiranto: Pengamanan Paspampres untuk SBY Tetap Dijalankan
Wiranto seusai rakor di kantornya (Heldania/detikcom)
Jakarta - Rumah presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta Selatan didatangi ratusan mahasiswa. Aksi mahasiswa itu tak berlangsung lama karena lekas dibubarkan oleh polisi.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan, sebagai mantan presiden, SBY tetap mendapatkan pengamanan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). "Oh ya, tetap (Paspampres)," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Menurut Wiranto, ada Grup D Paspampres yang mengamankan presiden dan wakil presiden terdahulu. Landasan hukumnya adalah Peraturan Pemerintah No 59 Tahun 2013 tentang Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta Keluarganya, serta Tamu Negara Setingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan grupnya (Grup D Paspampres) ada. Grupnya ada, orangnya ada. Kadang hal-hal yang situasional diatasi. Begitu saja, kan," kata Wiranto.

Menurutnya, operasionalisasi personel Paspampres tetap berjalan sesuai dengan aturan. Bila ada penyimpangan terkait pengamanan, tentu itu perlu diatasi pula.

"Semuanya kan bisa berjalan sesuai dengan rel, ya. Penyimpangan diatasi, ada kelainan diselesaikan. Begitu saja," ujarnya.

Sebelumnya, SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono menginformasikan bahwa rumahnya di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, didatangi banyak orang. Dia mempertanyakan tindakan polisi yang tak memberitahukan aksi massa itu kepada dirinya.

"Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan 'digrudug' ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY lewat akun Twitter resminya itu, sekitar pukul 15.00 WIB tadi.



SBY merasa tidak diberi tahu polisi soal akan adanya unjuk rasa di depan rumahnya. Dia mendengar telah ada agitasi terhadap para mahasiswa untuk menangkap dirinya sebelum demo ini. Agitasi dilakukan di kompleks Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur.

"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*," tulis SBY. "Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*," sambungnya.

Terkait cuitan SBY tersebut, Wiranto mengatakan tugas polisi adalah melakukan pengamanan. "Oh, lapor polisi saja. Polisi yang menangani," kata Wiranto. (dnu/erd)


Berita Terkait