Survei Populi dilakukan pada 28 Januari hingga 2 Februari 2017 di enam wilayah DKI Jakarta. Ada 600 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei kurang-lebih 4% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dibiayai dari kas internal Yayasan Populi Indonesia.
"Elektabilitas Ahok-Djarot menempati peringkat pertama dengan persentase 40%, disusul oleh Anies-Sandi dengan persentase 30,3% dan Agus-Sylvi sebesar 21,8% di posisi ketiga," kata peneliti Populi Center Nona Evita dalam rilis survei di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan mempertimbangkan plus-minus margin of error, masih terbuka peluang satu putaran dengan kemenangan yang tipis," ucap Nona.
Survei ini dilakukan setelah debat kedua berlangsung. Sebanyak 74,3% responden menyaksikan debat kedua dan 54,7% menilai debat bermanfaat untuk mengetahui visi dan misi.
"Untuk debat kedua, 37,2% pemilih DKI menilai Ahok-Djarot unggul, disusul Anies-Sandi di posisi kedua 28% dan Agus-Sylvi di posisi ketiga dengan 12,2%," paparnya.
(imk/erd)











































