DetikNews
Senin 06 Februari 2017, 15:53 WIB

Kasus Siswi Meninggal Saat Renang, Guru Olahraga Tolak Dakwaan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kasus Siswi Meninggal Saat Renang, Guru Olahraga Tolak Dakwaan Keluarga Gaby sebelum sidang (Helda/detikcom)
Jakarta - Ronaldo Laturette, guru olahraga Global Sevilla, Puri Indah, Jakbar, duduk di kursi pesakitan karena muridnya yang bernama Gabriella Sharly Howard (8) tewas tenggelam. Ronaldo, yang kini sudah menjadi terdakwa, tidak terima dirinya diadili karena dakwaan jaksa tidak benar.

"Ada dua waktu dalam surat dakwaan. Apabila dicermati secara saksama, ada dua keterangan mengenai waktu dalam surat dakwaan. Kejadian berlangsung pada 17 September 2015 pukul 09.00 WIB. Dan bahwa pelajaran berlangsung pada pukul 08.00 WIB sampai 08.30 WIB," kata kuasa hukum Ronaldo, Arif Hidayat, saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl S Parman, Jakarta Barat, Senin (6/2/2017).

Karena itu, Arif meminta surat dakwaan yang diajukan batal demi hukum. Arief berharap majelis hakim mengabulkan eksepsi.

"Kami selaku penasihat hukum meminta agar majelis hakim menerima eksepsi dan gugatan batal demi hukum," ujar Arif.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) Sulvia Triana Hapsari meminta waktu untuk menjawab eksepsi terdakwa. Dia meminta waktu satu minggu.

"Saya meminta waktu satu minggu, sampai tanggal 13 Februari 2017," kata Sulvia.

Ketua majelis hakim Matauseja Erna Marilyn menerima permintaan JPU. Sidang kasus ini ditunda sampai 13 Februari 2017.

Ronaldo dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal. Ancaman hukuman terhadap Ronaldo maksimal lima tahun penjara.

Kasus ini bermula ketika Gaby, bocah 8 tahun, meninggal di kolam renang sekolahnya, Global Sevilla, Puri Indah, Jakarta Barat, pada September 2015. Geby meninggal karena tenggelam saat tes renang berlangsung.
(asp/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed