Sylviana tiba di Jl Mustika Ratu, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (6/2/2017), pada pukul 14.20 WIB. Sylvi kemudian masuk ke sebuah rumah tempat diadakannya pertemuan. Dia lantas menjelaskan program-programnya kepada hadirin.
"Memberi kesempatan dengan modal bergulir kepada komunitas yang pingin usaha, kreatif tapi nggak ada modal. Nanti program kami Rp 50 juta per unit usaha," ujar Sylvi kepada para hadirin yang mayoritas ibu-ibu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dicari komunitasnya Koperasi Flamboyan yang kreatif. Misal ada di Ciracas, yang kepingin buka usaha konfeksi hijab tapi nggak ada modal, bisa," tuturnya.
"Nanti ajukan proposal ke Pak Lurah. Kita pertama akan mengalokasikan ke 20 ribu warga ekonomi ke bawah," sambungnya.
Sylvi kemudian menyindir pihak yang mempersoalkan programnya itu. Menurutnya, program bantuan dana bergulir Rp 50 juta per unit usaha serta dua program unggulan lainnya, yakni pemberdayaan komunitas RT-RW dengan menganggarkan Rp 1 miliar per RW dan Bantuan Langsung Sementara (BLS) masih masuk akal.
"Sekitar 20 ribu warga ekonomi ke bawah dikali Rp 50 juta berapa triliun? Rp 1 triliun. RW juga totalnya cuma Rp 2,7 triliun, digabungin sama BLS, semuanya sekitar Rp 4-5 triliun. Nggak sebanding dengan anggaran DKI Rp 70 triliun. Daripada Rp 30 triliun nganggur, lebih baik kembalikan ke masyarakat," paparnya. (gbr/imk)











































