Ahok punya jawaban mengapa dia tidak kunjung mengaspal jalan di lingkungan tersebut. Dia beralasan tanah yang berada di lingkungan tersebut belum jelas kepemilikannya.
"Pak, jalannya tolong diaspal, dong, becek terus kalau hujan," kata Solihun kepada Ahok, Senin (6/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada warga, Ahok mengatakan tidak akan menjanjikan kepada warga bahwa lingkungan mereka tidak akan digusur. Bila ternyata tanah yang ditinggali warga adalah tanah negara, dia mengatakan akan memindahkan warga dan akan mendirikan rusun untuk warga. Dia menegaskan, silakan saja Solihun mengajak warganya untuk tidak memilihnya dalam Pilgub DKI 2017.
"Kalau Bapak mau ajak warga nggak pilih saya, silakan saja. Kalau Tuhan berkehendak, saya akan tetap jadi gubernur," tegas Ahok.
"Saya juga masih akan jadi gubernur kok sampai Oktober (2017)," sambungnya.
Ahok juga bicara soal sertifikat tanah dengan Solihun. Solihun mengaku tidak tahu status kepemilikan tanah yang selama ini warga tempati.
"Makanya, Bapak ajukan permohonan sertifikat ke kelurahan. Nanti kalau ditolak, kan bisa dilihat alasannya. Setelah itu, nanti saya undang Bapak ke Balai Kota untuk rapat biar kita tahu nanti itu kepemilikan siapa sebenarnya," kata Ahok kepada Solihun.
Ahok sudah memiliki rencana terkait kepemilikan tanah milik warga. Bila ternyata tanah tersebut milik pemda DKI, Ahok akan menggusur warga dan sebagai gantinya akan dibangunkan rusun untuk warga. Sementara itu, bila tanah tersebut milik warga, Ahok akan mencoba membeli tanah warga untuk dijadikan rusun.
"Nanti kalau ternyata milik pemda, ya kita bangun rusun. Kalau milik warga, ya kita akan beli untuk bangun rusun," ujarnya.
"Rusunnya bisa nggak anaknya yang nempatin? Bisa. Tujuh turunan juga bisa tinggal di situ," pungkas Ahok. (bis/imk)











































