Kepastian itu didapat setelah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov DKI mengecek langsung nama yang tercantum dalam KTP tersebut.
"Intinya bahwa ketiga gambar (KTP) itu datanya benar, tapi fotonya salah. Ada orang usil ngasih ketiga e-KTP dengan foto yang sama," kata Sumarsono kepada wartawan di Balai Kota, jJalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (6/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Soni itu mengatakan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan kepolisian, Bawaslu, KPUD dan Kemendagri terkait dengan hal ini. Tim Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) juga telah menemui pihak yang namanya tertera dalam e-KTP tersebut.
Seperti diketahui, gambar tiga e-KTP berjajar namun memuat foto wajah dari satu orang yang sama menjadi viral di internet. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menyampaikan bahwa foto dalam e-KTP tersebut palsu.
"Berdasarkan hasil pelacakan Tim monitoring Pilkada Dirjen DukCapil, Ketiga foto ini #palsu karena menggunakan data milik orang lain," kata Tjahjo lewat akun Twitter @tjahjo_kumolo, Sabtu (4/2).
Tiga e-KTP yang terdapat di foto itu punya nama berbeda-beda, yakni Mada, Saidi, dan Sukarno. Ketiganya, seperti terlihat di foto e-KTP, beralamat di Jakarta Utara.
Namun foto ketiga e-KTP dengan nama berbeda ini sama saja. Ada sedikit variasi di foto ketiga, namun wajah yang terpampang di foto kurang-lebih sama. (erd/nkn)










































