"Berkembang di media sosial adanya indikasi e-KTP palsu yang bisa dicetak 10, 20 buah," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).
Untuk mengatasinya, Kementerian Dalam Negeri memiliki strategi untuk mencegah adanya KTP ganda saat Pilkada serentak berlangsung. Dalam hal ini, Kemendagri juga menggandeng KPU, KPUD, dan Dukcapil setempat untuk mengadakan server pemindai khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu yang lalu terdapat viral di internet gambar tiga e-KTP berjajar namun memuat foto wajah dari satu orang yang sama. Tiga e-KTP yang terdapat di foto itu punya nama berbeda-beda, yakni Mada, Saidi, dan Sukarno. Ketiganya, seperti terlihat di foto e-KTP, beralamat di Jakarta Utara. Namun foto ketiga e-KTP dengan nama berbeda ini sama saja.
Menanggapi viral tersebut, Menteri Tjahjo memastikan foto tersebut palsu.
(rvk/fdn)










































