"Saya merasa tidak ada musuh. Tidak tahu juga (siapa yang dicurigai)," ujar Putut, yang juga Wakil Ketua DPD Demokrat DIY, di rumahnya, RT 002 RW 008 Mejing Kidul, Gamping, Sleman, Senin (6/2).
Saat kejadian, Putut bercerita dia sedang tak berada di rumah. Sang istri, yang ada di rumah, awalnya curiga karena ada bau menyengat hingga ke dalam rumah.
Namun, karena setelah dicek di dapur dan setrika tak ada yang terbakar, dia akhirnya mengira ada tetangga yang membakar sampah.
"Tapi ada tetangga-tetangga yang memberi tahu kalau gudang di depan rumah terbakar," cerita Putut.
Api yang melalap gudang di bagian depan rumahnya, kata Putut, tak berselang lama setelah kebakaran di rumah Andri (75) berhasil dipadamkan. Jarak kedua rumah hanya sekitar 400 meter.
"Ini menebarkan keresahan di masyarakat. Kalau hanya di rumah saya, akan beda nilainya," imbuhnya.
Rumah milik salah satu warga yang terbakar (Sukma/detikcom) |
Tak jauh dari rumah Putut, ada juga rumah mertua Rektor Institut Pertanian Yogyakarta (Inpiter Yogya), Purwadi. Rumah mertua Purwadi berada di RT 3 RW 3 Mejing Lor, Ambarketawang, Gamping.
Purwadi menambahkan kebakaran di rumah Putut terjadi kira-kira 15 menit setelah kebakaran di rumah mertua Purwadi. Dia curiga kebakaran ini disengaja.
"Di sini hanya kayu-kayu saja. Kalau saat kejadian hanya ada ibu mertua saja sendirian di rumah," tutur Purwadi.
Kapolres Sleman menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. "Ada dugaan ke arah situ (unsur kesengajaan)," ujar Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria saat dimintai konfirmasi terpisah. (sip/rvk)












































Rumah milik salah satu warga yang terbakar (Sukma/detikcom)