Apabila hal itu yang terjadi kemudian pada 15 Februari mendatang, tentunya akan ada putaran kedua. Kemungkinan putaran kedua ini sangat besar mengingat ada 3 pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang memiliki kans tinggi dalam Pilkada DKI 2017 ini.
"Elektabilitas kandidat itu ada perubahan. Nomor urut 1 trennya turun, apakah terus turun ditentukan dalam dua minggu ini. Pasangan nomor 2 dan 3 naik. Kalau trennya tidak berubah, kemungkinan Pilkada DKI akan dua putaran," kata Direktur Eksekutif dan Riset Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Pilkada dilaksanakan hari ini, paslon Agus-Sylvi akan meraih 26,8 persen suara, Anies-Sandi 26,2 persen suara. Sementara Basuki-Djarot 25,8 persen suara," kata Direktur Riset LKPI Tatak Ujiyati di Hotel Sofyan Betawi, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/2).
Aturan tentang hal itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu:
Pasal 11 ayat 1
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.
Pasal 11 ayat 2
Dalam hal tidak ada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperoleh suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diadakan
pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.
Berikut ini data lengkap 3 lembaga survei terakhir yang merilis hasil survei itu seusai debat kedua cagub-cawagub DKI Jakarta:
1. Charta Politika
a. Hasil survei
- Ahok-Djarot 36,8 persen
- Anies-Sandiaga 27 persen
- Agus-Sylviana 25,9 persen
- tidak menjawab 10,3 persen
b. periode 17-24 Januari 2017
c. jumlah 767 responden di 6 wilayah DKI
d. metode multistage random sampling dengan margin of error 3,5 persen
2. Poltracking Indonesia
a. Hasil survei
- Anies-Sandiaga 31,5 persen
- Ahok-Djarot 30,13 persen
- Agus-Sylviana 25,75 persen
- tidak menjawab 12,62 persen
b. periode 24-29 Januari 2017
c. jumlah 800 responden
d. metode multistage random sampling dan wawancara kuesioner dengan margin of error 3,46 persen
3. Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI)
a. Hasil survei
- Agus-Sylviana 26,8 persen
- Anies-Sandiaga 26,2 persen
- Ahok-Djarot 25,8 persen
- tidak menjawab 21,2 persen
b. periode 13-26 Januari 2017
c. jumlah 600 responden
d. metode multistage random sampling dan wawancara dilakukan secara tatap muka yang dipandu dengan kuesioner dengan margin of error 3,9 persen (dha/dhn)











































