Deklarasi pernyataan sikap para santri itu dipimpin langsung Ketua Dewan Koordinator Nasional (DKN) LSN, Didik Setiawan usai pembukaan rakorwil Dewan Koordinator Wilayah (DKW) LSN Jatim di aula Ponpes Amanatu Ummah. Deklarasi ini diikuti 54 koordinator LSN dari berbagai daerah di Jatim. Di antaranya dari Bondowoso, Pamekasan, Sampang, Surabaya, Sumenep, Kediri, Tuban, Bangkalan, Siodarjo, Jombang, Lamongan, Banyuwangi, Gresik, Malang, dan Mojokerto.
"Kami memiliki komitmen bersama, kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa. Karena bukan hanya tanggung jawab pemerintah, kami alumni santri juga punya kewajiban menjaga keutuhan bangsa," kata Didik kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini isi deklarasi "Laskar Santri Nusantara Siap Membentengi Kiai":
1. Kami LSN sangat mengecam tindakan yang kurang berakhlak dan beretika yang berupa pelecehan terhadap kiai dan ulama. Hal ini terbukti dengan banyaknya pelecehan yang beredar di media digital secara sistematis dan terstruktur,
2. Kami LSN siap menjadi tameng dan benteng para kiai dan ulama dari kezaliman dan kesewenangan pihak mana pun,
3. Kami LSN akan membentuk tim khusus untuk menangkal rencana yang mengancam harga diri kiai dan ulama. Tim khusus inilah yang nantinya akan menjadi barisan terdepan dalam pengawalan wibawa para kiai dan ulama,
4. Kami meminta kepada presiden Joko Widodo untuk turun langsung menyelasikan konflik dan fitnah-fitnah yang mengancam keutuhan bangsa,
5. Kami LSN berperan aktif menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,
6. LSN siap mengabdi untuk negeri dengan memperkuat santri nusantara demi kejayaan agama, bangsa, dan negara
LSN dibentuk pada tahun 2014. Organisasi ini beranggotakan para alumni pondok pesantren se Indonesia. LSN diklaim mempunyai 7,5 juta anggota.
(bag/van)











































