Kapolda Jatim Temui Gus Solah, Bahas Isu Demo di Jakarta

Kapolda Jatim Temui Gus Solah, Bahas Isu Demo di Jakarta

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 04 Feb 2017 08:30 WIB
Kapolda Jatim Temui Gus Solah, Bahas Isu Demo di Jakarta
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang - Kapolda Jawa Timur Irjen (Pol) Machfud Arifin mengunjungi kediaman pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah di Jombang, Jawa Timur, Jumat (3/2/2017). Upaya pendekatan ke ulama sepuh ini salah satunya untuk meredam umat Islam di Jatim agar tak menggelar aksi ke Jakarta.

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Ketua DPRD Jombang, dan Dandim 0814 Letkol Arm M Fatkhurrahman.

Irjen (Pol) Machfud Arifin mengaku sempat membahas situasi keamanan di Jawa Timur. Hal itu terkait dengan isu terkini di Jakarta antara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Ketua MUI Ma'ruf Amin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pejabat baru di Polda Jawa Timur, saya ingin silaturahim dengan para kiai sepuh, termasuk malam ini gilirannya ke Gus Solah. Saya minta doa restunya untuk bisa memimpin Jawa Timur, kemudian menyikapi situasi secara nasional untuk bisa meredam umat yang ke Jakarta, enak berdoa di tempat masing-masing," kata Arifin kepada wartawan.

Arifin berharap kepada umat Islam di Jatim mematuhi surat edaran MUI pusat untuk berdoa di tempat masing-masing.

"Kami berharap seperti yang ditulis MUI pusat ke MUI kabupaten dan kota, banyak berzikir dan berdoa di tempat masing-masing untuk mendoakan orang-orang yang memusuhi Islam supaya sadar. Ndak ada yang bergerak ke Jakarta," ujarnya.

Di samping itu, tambah Arifin, dia sempat membahas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan yang akan datang. Menurut dia, banyak pihak yang menghendaki Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang maju.

"Dengan jumlah penduduk Indonesia 250 juta, sumber daya alamnya hebat, ya banyak rongrongan terhadap bangsa kita. Termasuk tadi pagi disita sabu 20 kg, itu kan untuk meracuni generasi muda," tandasnya.

Meski telah meminta maaf, sikap Ahok yang akan melaporkan Ketua MUI ke polisi menuai reaksi cukup keras dari warga NU di Jatim. PWNU Jatim mendesak polisi menindak tegas Ahok, yang diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Ma'ruf Amin, yang juga menjabat Rais Aam PBNU. (nkn/nkn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads