Perusakan Mapolsek Cisolok Diduga karena Operasi Benur Lobster

Perusakan Mapolsek Cisolok Diduga karena Operasi Benur Lobster

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 03 Feb 2017 21:13 WIB
Perusakan Mapolsek Cisolok Diduga karena Operasi Benur Lobster
Mapolsek Cisolok, Sukabumi, diserang, Jumat (3/2/2017). Foto: Dok. Istimewa
Sukabumi - Perusakan Mapolsek Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, diduga dipicu ketegangan saat polisi melakukan operasi terkait dengan jual-beli benur lobster.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan personel Satuan Reskrim Polres Sukabumi melakukan pengecekan terhadap jual-beli benur lobster di Kampung Pajagan, Desa Cikahuripan, Cisolok.

"Setelah mendapatkan informasi (jual-beli benur lobster, --red), sebanyak 7 anggota melakukan pengecekan berdasar info tersebut," kata Yusri saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (3/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat tiba di Kampung Pajagan, polisi, menurut Yusri, dihadang oleh warga yang kebanyakan nelayan. Polisi dan warga kemudian melakukan mediasi di rumah makan Popo.

 Mapolsek Cisolok, Sukabumi diserang, Jumat (3/2/2017) Mapolsek Cisolok, Sukabumi, diserang, Jumat (3/2/2017) Foto: Dok. Istimewa


"Namun, saat ada mediasi, ada warga yang sengaja mengajak warga lain melalui pengeras suara masjid untuk datang ke rumah makan Popo, di mana anggota sedang musyawarah. Kurang-lebih 500 orang warga melakukan aksi nekat merusak mobil anggota Satreskrim di rumah makan Popo dan sebagian kurang-lebih 200 orang menuju ke Polsek Cisolok dan melakukan perusakan terhadap Mako Polsek Cisolok," terang Yusri.

Akibat penyerangan itu, Mapolsek Cisolok mengalami kerusakan. Satu mobil berwarna hitam juga ikut dirusak.

Perusakan Mapolsek Cisolok Diduga karena Operasi Benur LobsterFoto: Dok. Istimewa


Saat ini pihak Polres Sukabumi masih melakukan mediasi dan mendinginkan situasi di lokasi kejadian.

"Anggota di lokasi sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti perusakan, memintai keterangan saksi, dan melakukan penyelidikan atas orang yang melakukan perusakan tersebut," ujar Yusri. (fdn/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads