Luhut: Tak Ada yang Larang Presiden Jokowi Bertemu SBY

Luhut: Tak Ada yang Larang Presiden Jokowi Bertemu SBY

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 03 Feb 2017 18:45 WIB
Luhut: Tak Ada yang Larang Presiden Jokowi Bertemu SBY
Luhut Pandjaitan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan ada tiga orang yang melarang dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tidak setuju dengan pernyataan SBY tersebut.

"Nggak adalah itu yang melarang-larang Presiden," kata Luhut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Luhut menegaskan tidak ada pihak yang bisa mengatur-atur Presiden Jokowi, termasuk soal pertemuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden itu satu, yang mau saya bilang sama Anda, nggak bisa diatur-atur. Orang salah melihat itu. Salah mempersepsikan Presiden seolah-olah bisa diatur-atur si Badu, si Polah, nggak pernah. Presiden itu menerima pendapat, yes. Beliau dengarin, beliau pelajarin, beliau putusin sendiri," jelas Luhut.



Baca Juga: SBY: Ada yang Melarang Jokowi Bertemu Saya

Dikatakan Luhut, Presiden Jokowi memang berniat menemui SBY. Namun pertemuan itu masih terkendala waktu. Diperkirakan, pertemuan itu akan berlangsung setelah pelaksanaan Pilkada serentak.

"Kemarin beliau memang berencana bertemu Pak SBY, sudah ada. Tapi apa itu dilakukan besok atau lusa, mungkin waktunya sekarang tidak pas. Mungkin setelah Pilkada akan lebih pas. Tentu ada hitungannyalah. Jadi jangan bilang ada orang dekat (yang melarang bertemu), tidak ada. Saya jamin tidak ada," jelasnya.

Lalu, apakah Anda juga akan jadi penghubung antara Jokowi dan SBY?

"Nggak usahlah saya main-mainkan itu. Saya kan Menko Maritim. Nggak-nggak. Kalau sama Pak Jokowi itu, maaf ya saya bilang sama Anda, berpikirnya positif saja. Kami itu sekarang konsentrasi pada pemerataan ekonomi dan keadilan. Itu saja konsentrasi kita sekarang. Program yang dibuat oleh Menkeu dan Pak Darmin (Menko Perekonomian) itu. Itulah yang kami kerjakan dalam minggu-minggu terakhir ini. Nggak ada pikiran Pilkada-pilkada itu. Nah saya melihat hanya supaya tenang. Kalau tenang ya sudah, nanti yang mau menang siapa pun silakan saja," jelasnya. (jor/imk)


Berita Terkait