Situs tersebut berada di bawah tanggung jawab Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristektikti). Pihak pengelola sistem menyebut alasan penggunaan sistem tersebut adalah untuk keamanan.
"Ini usaha untuk mengurangi hack, karena ternyata ada yang melakukan serangan coba-coba, nah sebelum jadi bahaya maka ini salah satu pengamanan," kata admin website sekaligus Ketua Tim Pengembangan Aplikasi TKT, Huda M. Elmatsani saat dihubungi detikcom, Jumat (3/2/2017).
"Kalau terlalu mudah bisa di-hack, kalau bentuknya agak susah dan bervariasi lebih sulit," tambahnya.
Foto: dok. Website Ristekdikti |
Selain unsur keamanan, soal-soal yang mencakup integral, matriks, bentuk akar dan pangkat, fungsi kuadrat, logaritma hingga trigonometri ini menjadi variasi sendiri yang sengaja digunakan oleh Ristek Dikti.
"Unsur keamanan aplikasi kan banyak salah satunya ini, keamanan yang utama, (menggunakan) matematika karena jarang dipakai dan kita pakai soal matematika yang berbeda," ujar Huda.
Dia mengaku, sebelum memakai metode soal kalkulus, website TKT menggunakan metode pertanyaan Google untuk login. Namun metode itu menuai keluhan karena sulit diakses.
"Itu (rumus matematika) baru 2 hari digunakan, sebelumnya kita pakai Google selama seminggu cuma banyak keluhan tidak bisa dipakai di browser," lanjutnya.
Foto: dok. Website Ristekdikti |
Menurut Huda, laman TKT sendiri mayoritas diakses oleh para dosen dan peneliti sehingga tidak akan terlalu sulit untuk menjawab soal kalkulus saat login.
"Ini kan user-nya bukan masyarakat awam, user-nya peneliti, dosen peneliti, orang pinter nah TKT ini untuk minimal (orang bergelar) master seperti para peneliti karena TKT diperuntukkan orang-orang yang melakukan penelitian di bidang teknologi," terangnya.
Namun dia mengaku bila nantinya ada keluhan, maka akan mempermudah soal yang digunakan. Huda menambahkan akan meng-upgrade sistem login tersebut.
"Mungkin setelah laporan ini akan saya coba tingkat kesulitan dipermudah, kita upgrade, nanti ada pilihan dan tulisan akan dibuat ada keterangannya 'coba lagi', Jadi yang pertanyaan kedua lebih mudah, challenge kedua lebih mudah," tutupnya. (nth/imk)












































Foto: dok. Website Ristekdikti
Foto: dok. Website Ristekdikti