Data survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 yang dikutip detikcom, Jumat (3/2/2017), menunjukkan angka prevalensi pernah pakai narkoba di DKI Jakarta tertinggi dibanding daerah lain. Prevalensi adalah jumlah keseluruhan penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah.
Di bawah Jakarta, ada Yogyakarta dan Aceh. Separuh dari orang yang pernah memakai narkoba di Jakarta tercatat masih mengonsumsinya selama setahun, sementara di Yogyakarta hanya seperdelapannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakarta memiliki 267 kelurahan yang tersebar di 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif. Namun secara umum persentase penyalahgunaan/peredaran narkoba di Indonesia memang meningkat pada 2008, 2011, dan 2014, yang masing-masing 6,03%, 5,22%, dan 7,22%.
Pasangan cagub-cawagub DKI nantinya akan diminta gagasannya terkait dengan pemberantasan narkoba. Melihat angka yang mengkhawatirkan ini, tentunya itu menjadi tugas berat pemimpin di Jakarta dalam lima tahun ke depan.
Cagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menilai narkoba sebagai senjata pemusnah massal. "(Komitmen soal narkoba) sangat tegas. Jelas sekali undang-undang kita dan kita tahu narkoba itu senjata pemusnah massal. Jadi kalau dilihat statistik dalam satu tahun, berapa yang jadi korban sia-sia karena mereka menggunakan narkoba," kata Agus setelah bergerilya di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Cagub DKI nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji akan menutup tempat hiburan yang kedapatan ada peredaran narkoba. "Kita bukan program anti-narkoba lagi. Kami percaya satu teori, kalau kamu mau stop narkoba, ya stop lokasi pemakaian. Stop membeli, kalau permintaan itu nggak ada, penawaran stop," kata Ahok dalam acara pasar murah Golkar di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/1).
Cagub DKI nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan memandang pencegahan secara persuasif terkait dengan pemberantasan narkoba. "Pencegahan, saya menganjurkan semuanya yang berbicara, baik ustaz maupun tokoh masyarakat, di semua sambutan harus menyebutkan ancaman narkoba. Kita sering bilang bahaya komunis, tapi lupa tentang narkoba," kata Anies di kawasan Krukut, Jakarta Barat, Jumat (20/1). (bag/van)











































