Dengan keterampilan, lanjut Zulkifli, orang bisa berkarya lebih baik. Keterampilan menanam pohon buah-buahan atau keterampilan memelihara binatang akan membuat petani tidak bergantung pada menanam padi.
Mereka bisa menanam buah naga, pepaya, hingga kelengkeng, sehingga mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Dengan keterampilan, petani juga bisa memasarkan produk pertaniannya dan tidak bergantung pada tengkulak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebutuhan akan keterampilan ini, menurut Zulkifli, sudah sangat mendesak. Apalagi saat ini banyak orang yang menganggur. Mereka menganggur karena tidak memiliki keterampilan. Kalau saja para penganggur itu memiliki keterampilan, tentu mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
"Banyak petani menganggur karena masuknya alat-alat pertanian modern. Banyak buruh menganggur karena di-PHK oleh perusahaannya. Mereka itu membutuhkan keterampilan untuk bisa berkarya," Zulkifli menambahkan.
Kalau saja, menurut Zulkifli, sejak dini anak-anak sekolah diajari kewirausahaan, satu saat mereka bisa menciptakan lapangan kerja. Mereka tidak tergantung hanya mau menjadi pegawai atau guru. Tetapi mereka juga akan berpikir menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, delegasi RZ menyampaikan kepada Zulkifli upaya yang mereka lakukan untuk berkontribusi memajukan masyarakat. Upaya itu antara lain melalui jalur pendidikan dan pembangunan desa. Saat ini RZ sendiri sudah memiliki 18 sekolah, dari SD sampai SMK, dengan jumlah murid 12 ribu orang. Semua murid dibebaskan dari biaya pendidikan, termasuk sepatu, seragam, dan buku-buku pelajaran. (nwy/mpr)











































